Nelayan dan Pedagang Ikan Keluhkan Harga BBM Naik


Semenjak pemerintah menaikan harga  Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa (17/11/2014), langsung berdampak pada aktivitas nelayan dan penjualan ikan di Muara Angke, Jakarta Utara. Tidak sedikit kapal yang masih bersandar di pelabuhan bongkar muat pelelangan ikan, Hal ini disebabkan para nelayan urung melaut karena harus mengeluarkan modal lebih besar.
“Bagaimana mau melaut kalau tidak ada modal, sekarang jadi libur dulu melaut, mau pinjam modal lagi,” ujar Rusmono salah satu nelayan di Muara Angke.
Nelayan di muara angke berharap agar diturunkan kembali harga BBM. Sebab, menurut Rusmono, solar yang dibutuhkan tidak sedikit untuk melaut, belum lagi hasil tangkapan ikan yang terkadang jauh dari harapan.
“Kami melaut tidak seliter, dualiter, tapi butuh ratusan liter solar. Jadi, kalau naik sedikit saja kami sudah bingung, belum lagi hasil tangkapan kami yang kadang-kadang jelek, ditambah cuaca sekarang yang pancaroba, jadi air laut terkadang pasang,” tambah Rusmono dengan nada penuh emosi.
Naiknya biaya melaut langsung berimbas kepada para pedagang ikan di pasar ikan Muara Angke, para pedagang terpaksa kompak menaikan harg k dan akan naik,” tambah Joni.
Selain harga BBM, faktor penyebab kenaikan harga ikan di tingkat pengepul disebabkan pasokan ikan yang kadang turun drastis karena kedaan cuaca yang tidak menentu. Hal itu  menjadi sebab utama pengepul tak mampu mencukupi kebutuhan pasar.
Joni mengakui para nelayan dan pedagang ikan di Muara Angke berencana menaikan hasil tangkapan mereka pada pekan depan sebesar 10-15%. Hal ini dikarenakan kenaikan harga solar dan cuaca yang pancaroba sehingga para nelayan terpaksa menaikan hasil tangkapan mereka.

Dengan kenaikan harga BBM, para nelayan dan pedagang ikan meminta pemerintahan yang dipimpin Jokowi-Jk lebih memperhatikan nasib para nelayan dan pedagang. Mereka meminta pemerintah memberikan subsidi khusus kepada para nelayan “Kami minta gak muluk-muluk, hanya ingin ada subsidi buat nelayan, kalau naik kasihan juga penjual ikan, jadi gak laku,” ujar Joni, Rabu (17/11). (Fakhrizalhaq)

Post a comment

0 Comments