Sei Mahakam, Potret Tiga Kebudayaan Kalimantan Timur

Penari dari Suku Dayak Aoheng saat memperagakan tarian Suku Dayak kepada para siswa Sekolah Dasar dalam Festival Budaya Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta, Rabu(12/11/2014).

Pengrajin tikar anyaman khas Suku Dayak Aoheng dalam Festival Budaya Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta, Rabu(12/11).
Edison,  masyarakat asli pesisir Sungai Mahakam sedang membuat perahu ketinting dalam festival budaya Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Pengunjung dari siswa Sekolah Dasar saat berkunjung ke Festival Budaya Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta, Rabu(12/11/2014).

Antusiasme siswa Sekolah Dasar mempelajari kebudayaan dari Kalimantan Timur dalam  Festival Budaya Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta, Rabu(12/11/2014).

Pementasan Tari Jepen oleh Sanggar Tari Gubang dalam Festival Budaya Sei Mahakam di Bentara Budaya Jakarta, Minggu(9/11).


Yayasan Total Indonesia bekerjasama dengan Bentara Budaya Jakarta menyelenggarakan Festival Budaya Sei Mahakam di Jakarta. Festival yang berlangsung dari 6 hingga 16 November 2014 tersebut memamerkan tiga warisan budaya dari Kalimantan Timur, yaitu Ing Martadipura, Suku Pedalaman (Suku Dayak), dan Suku Pesisir (Suku Kutai). Meski secara geografis ketiga suku tersebut saling berdekatan, karakter budaya masing-masing suku memiliki ciri khas yang berbeda.

Selain itu, para pengrajin dari ketiga suku turut memperagakan langsung pembuatan kerajinan khas suku masing-masing, seperti perahu ketinting, kain tenun, dan tikar anyaman.

Ketua Yayasan Total Indonesia Eddy Mulyadi mengatakan,  Festival Budaya Sei Mahakam ini sebagai edukasi bagi para pengunjung. “Di sini pengunjung bisa belajar Tari Dayak, Memasak makanan khas Kutai dan Dayak, dan bincang-bincang bersama para pengrajin,” jelasnya.

Fotografer: Hanggi Tyo


Posting Komentar

0 Komentar