Distribusi Terlambat, Pemungutan Suara Molor Berjam-jam


Pendistribusian logistik Pemilihan Umum Raya (Pemira) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke beberapa fakultas terlambat. Akibatnya, pemungutan suara yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB molor berjam-jam, Tangerang Selatan, Senin (1/12/2014).

Di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) baru memulai pemungutan suara pukul 09.30 WIB. Kemudian, di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM) pemungutan suara dimulai pukul 10.45 WIB. Lalu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) memulai pemungutan suara pada pukul 09.00 WIB.

Sekretaris KPPS FITK, Ari Armadi mengatakan, pihaknya seharusnya menerima logistik Pemira untuk dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pukul 03.00 WIB. "Ternyata logistik baru tiba pukul 08.00 WIB. Selain itu, persiapan pembukaan TPS memakan waktu setengah jam,” jelas Ari.

Hal serupa juga diungkapkan anggota KPPS FISIP, Sidik. Ia mengungkapkan, pemungutan suara di FISIP juga molor dari jadwal yang telah ditentukan. "Keterlambatan datangnya surat suara menjadi penyebab," kata mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional tersebut.

Selain distribusi logistik Pemira, keterlambatan para saksi juga menjadi penyebab molornya waktu pelaksanaan pemungutan suara. "Di FIDKOM, ada saksi yang datang terlambat. Sehingga pemungutan suara tidak bisa dilakukan sebelum saksi dari para calon hadir," jelas Ari Permana, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Ang/Jon/Bis)

Posting Komentar

0 Komentar