Bingkai Gombalan Cinta Untuk Mala

Sisi dinding Post Santa yang dipenuhi karya-karya lettering dalam pameran Gombalan Untuk Mala, Minggu (22/03). Sebanyak 25 orang pameris berkontribusi dalam pameran yang diadakan oleh Kaligrafina dan BelmenID.

Di tengah hiruk pikuk akhir pekan Pasar Santa, puluhan karya seni lettering tampak memenuhi Post Santa yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu. Karya seni yang dibalut bingkai kayu tersebut berisi gombalan anak muda yang sedang dimabuk cinta.

Pameran bertajuk Gombalan Untuk Mala ini diselenggarakan oleh komunitas Kaligrafina dan BelmenID, dua komunitas yang sama-sama menggeluti seni kaligrafi dan lettering.  Keduanya terbentuk pada tahun 2014, sebagai wadah untuk seniman kaligrafi dan lettering di Indonesia.

Anggota Belmen ID, Kiko menjelaskan, ‘Mala’ merupakan akronim dari ‘masa lalu’, jadi ‘mala’ dianalogikan sebagai karakter hidup yang punya masalah percintaan. “Kita menghubungkannya lewat lettering. Seperti salah satu karya dalam pameran ini bertuliskan ‘Pipis Aja Ditahan Sakit, Apalagi Kangen’ atau ‘Hambar Banget Nih Soto Kek Perasaan Gue’,” kata Kiko saat ditemui di lokasi pameran, Minggu (22/3/2015).

Gagasan pameran ini berawal dari sebuah mini kompetisi lettering di jejaring sosial Instagram, dengan tema Belajar Menulis Gombal yang diadakan oleh BelmenID. Dari banyaknya karya yang masuk, sebanyak 25 orang terpilih untuk memerkan karyanya. 20 di antaranya hasil seleksi dua orang kurator, dan 5 lainnya mendapat undangan.

“Respon dan tanggapan dari Belajar Menulis Gombal yang kita posting di Instagram ternyata lumayan, banyak yang bilang lucu dan sebagainya. Akhirnya kita punya wacana kenapa kita ngga sharing dalam bentuk eksibisi? Akhirnya kejadian deh pameran kecil-kecilan ini,” tutur Kiko, anggota Belmen ID.

Pameran yang digelar pada 21 hingga 22 Maret 2014 ini tidak hanya memamerkan karya-karya lettering saja, setiap pengunjung yang datang diberi suvenir berupa kartu pos. Pengunjung juga bisa dibuatkan sebuah lettering atau bahkan menulis sendiri di tempat yang telah disediakan. Selain itu, aksi live chalk lettering (membuat kaligrafi) oleh Kiko dan Jamal pada sebuah papan tulis menjadi penutupan pameran.

(Agung Suryono)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Sarana kegiatan yang positif untuk membangun kreatifitas & menyalurkan bakat.. seru! Love you BelmenId & Kaligrafina :)

    BalasHapus