Menyalurkan Hobi, Melestarikan Budaya Tari

 Sanggar Tari Ayunda Puspita menjadi juara umum dalam Black Sea Festival di Promosko, Bulgaria beberapa waktu lalu.


“Lenggak lenggok, di dalam air seperti ikan kecil dan hitam.Lenggak lenggok, di dalam air memakan akar pada tumbuhan.”

Lantunan lagu tersebut mengiringi anak-anak kecil berpakaian serba merah menarikan Tari Kecebong. Tanpa mengenakan alas kaki, gerakan tubuhnya luwes bergerak seirama dengan musik. Gelak tawa seketika pecah saat salah satu anak melakukan gerakan yang salah. Sementara itu, puluhan ibu  saling bercengkrama di sisi ruangan sambil memperhatikan buah hati mereka.

Momen tersebut, biasa dijumpai setiap Sabtu sore di Sanggar Tari Ayunda Puspita, Pamulang 2, Tangerang Selatan, Banten. Berdiri sejak 2 Oktober 1995, sanggar itu memiliki 53 murid yang terdiri atas tiga kelas, yaitu anak-anak, remaja, dan dewasa.

Rosmini, pemilik sekaligus pendiri sanggar menjelaskan, Sanggar Ayunda Puspita merupakan sarana untuk menyalurkan hobi menari dan mengenalkan tarian daerah kepada masyarakat. “Tari tradisional sudah mulai ditinggalkan masyarakat modern, kebetulan saya sangat senang menari tarian daerah, jadi saya bertekad melestarikannya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ros.

Menurut Ros, menari bukan sekadar bergerak mengikuti irama lagu, ada pesan yang harus disampaikan dari tarian tersebut. “ Tarian adalah bagian dari jiwa saya, menari itu tidak sekedar menari, ada pesan yang disampaikan,” kata Ros.

Sanggar Ayunda Puspita mengusung konsep pelatihan berbasis pendidikan. Anak-anak tidak hanya diberikan materi tarian, mereka juga diajarkan tentang latar belakang dan sinopsis tarian tersebut. “Dengan begitu mereka akan paham secara mendalam tentang makna tarian itu,” ungkap Ros.

Selain itu, sanggar yang pernah dinaungi anjungan Jawa Timur tersebut juga mengajarkan kedisiplinan pada murid-muridnya, khususnya kelas anak-anak dan remaja. “Mereka yang masih sekolah kita ajarkan tentang bagaimana cara menghargai teman, menghormati orangtua dan guru,” tambahnya.

Kedisiplinan dan ketekunan mereka membuahkan hasil, Sanggar Ayunda Puspita pernah meraih beberapa prestasi dalam berbagai festival tari nasional dan internasional. Salah satunya ketika mereka mengikuti Black Sea Festival, Promosko, Bulgaria. “Kita berhasil menjadi juara umum di sana,” ujar Ros, sambil memperlihatkan foto saat mengikuti festival tersebut. 

Untuk bergabung dengan Sanggar Ayunda Puspita, kata Ros, tidak harus bisa menari. Mereka yang sama sekali belum pernah menari pun dapat bergabung dengan sanggarnya. “Tinggal datang dan isi formulir, nanti akan kita bimbing agar bisa menari dengan baik dan benar,” tutup Ros.

(Denny Aprianto)

Post a comment

0 Comments