Berkebun Tidak Mesti di Lahan yang Luas



Umumnya kegiatan berkebun memerlukan lahan yang luas. Namun, dengan lahan yang sempit, bahkan tanpa lahan, berkebun tetap bisa dilakukan. Itulah paradigma yang ingin ditanamkan oleh  Komunitas Indonesia Berkebun kepada masyarakat.

Penggiat Indonesia Berkebun, Cindy mengatakan program yang diterapkan oleh komunitas ini adalah urban farming, yaitu berkebun di wilayah perkotaaan dengan memanfaatkan lahan yang ada. “Bertani atau berkebun tidak mesti di lahan yang sampai 1000 meter, tanpa lahan pun tidak masalah. Misalnya menggunakan pot atau botol air mineral,” tutur Cindy.

Cindy menjelaskan,  untuk berkebun di wilayah perkotaaan menanam sayur-mayur sangatlah cocok. Selain masa tanamnya yang tergolong singkat, sayur juga menyehatkan.  “Kami ingin memberikan pemahaman bahwa sayur itu bisa tumbuh di halaman rumah sendiri. Menanam sayur itu praktis, sehat, dan bisa meminimalisir budget,”  papar Cindy.

Komunitas yang sudah berdiri sejak Februari 2011 ini berusaha mengembalikan budaya yang dulu ada di Indonesia, yakni berkebun. “Berkebun termasuk gaya berpikir orang kampung. Kami ingin membalikkan pemikiran itu, bahwa berkebun tidak cuma di kampung tetapi juga kota,” tutur Cindy.

Dalam hal berkebun, komunitas ini menerapkan tiga konsep, yakni ekologi, ekonomi, dan edukasi. Melalui pendekatan tiga konsep tersebut, Komunitas Indonesia Berkebun bisa memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan  produktif dan melalui program akademi berkebun akan menciptakan lulusan eco – preuneur.

Dengan adanya komunitas ini, Cindy berharap masyarakat lebih menyadari arti penting berkebun. “Untuk melakukan kegiatan berkebun bisa dilakukan semua golongan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Menanam sayur juga harus kembali digalakkan di kalangan masyarakat untuk kesehatan,” ujarnya.

(Aldiansyah Nurrahman)

Posting Komentar

0 Komentar