Dua Pasang Calon Dema U Beradu Visi Misi dalam Debat Kandidat


Setelah mengikuti tujuh hari masa kampanye, para Calon Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) beradu gagasan dalam debat kandidat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di lapangan Student Center, Kamis (17/12/2015). Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Yusran Razak.

Dalam sesi pemaparan visi dan misi, pasangan nomor urut satu, Ahmad Al-Darda dan Eneng Ova Siti Sofwatul Ummah bertekad menjadikan Dema-U sebagai wadah yang mampu mengakomodir aspirasi mahasiswa. Pasangan ini juga berjanji menjadikan  UIN Jakarta sebagai model kampus yang melestarikan nilai-nilai luhur keislaman dan keindonesiaan.

“Kami akan memebentuk Unit Kegiatan Mahasiswa sebagai bentuk reaktualisasi tradisi ilmiah keislaman dan keindonesiaan. Kami juga akan melaksanakan kembali tradisi diskusi yang semakin menurun,” tutur Ova. (Baca: Pemira UIN Jakarta di Mata Mahasiswa)

Kemudian, Calon Ketua Dema Universitas nomor urut satu, Ahmad mengatakan dengan adanya  program penelitian akan menjadi dorongan tambahan untuk nilai akreditasi kampus. “Ini adalah upaya pengembanagan minat mahasiswa sekaligus menjadi pemicu peningkatan nilai akreditasi kampus UIN,” harapnya.  

Sementara itu, pasangan kandidat nomor urut dua, Ibrahim Haris Sumantri dan Humaidi lebih menekankan pembenahan kualitas Dema-U dengan berkomitmen mengawal dan melayani mahasiswa. Pasangan ini mencanangkan program E-aspiration yang bertujuan  meningkatkan transparasi Dema-U.

Tak seperti pesaingnya yang ingin menciptakan UKM Penelitain, Ibrahim dan Humaidi juga menyatakan keinginannya untuk membangun intelektualitas serta menjalin silaturahmi antarmahasiswa. Cara ini ditempuh ibrahim melalui pembentukan Lembaga Pengembangan Profesi Antar Fakultas (LP2S), yang akan menjadi Lembaga Semi Otonom (LSO) di setiap fakultas.

“LP2S ini harus didukung oleh civitas akadeika UIN dan harus ada keterlibatan dari setiap mahasiswa. ini adalah bentuk program kami yang bertujuan menjaga solidaritas di antara mahasiswa antar fakultas dan mengembangkan profesi,” ujar Ibrahim.

Senada dengan pasangannya, Humaidi menjelaskan kedua program unggulannya akan  mengawal isu-isu nasional dengan keilmuannya masing-masing. “E-aspiration dan LP2S akan menampung dan menyuarakan aspirasi dari Mahasiswa dengan bergerak melalui treknya masing-masing,” tambah Humaidi.

Semangat memajukan kampus para kedua kandidat dinilai positif oleh  Wakil Rektor Bagian Kemahasiswaan Yusran Razak. Ia mengatakan Pemira UIN adalah cerminan dan pembelajaran demokrasi di Indonesia. Ia juga berharap agar pelaksanaan pemira tanggal 21 desember nanti akan berlangsung aman dan jujur.

“Saya berharap rangakaian acara Pemira akan berlangsung secara  langsung, bebas, rahasia, Jujur, dan adil (Luberjurdil). Siapapun pemenanngnya, semoga bisa membawa UIN yang lebih maju dan berprestasi,” ungkap Yusron. (Fakhrizal Haq)

Posting Komentar

0 Komentar