Seminar Literasi Media IMIKI


Pengurus Perguruan Tinggi Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (PPT IMIKI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar seminar Literasi Media bertajuk Konvergensi Media di Era Digital, Kamis (15/06/2017) di gedung Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunkasi UIN Syarif hidayatullah Jakarta. Seminar ini dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Jawa Pos TV  Iwan Setyawan dan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Ahmad Zamzami sebagai pemateri.


Iwan mengatakan awal konvergensi media terjadi pada 2008 di Amerika Serikat saat krisis ekonomi menyebabkan media cetak mulai megalami masalah dan kemunduran. Kemudian muncul media online yang membuat media cetak benar-benar jatuh.

“Pada saat 2008 itu yang disalahkan adalah media online, media cetak menyalahkan ini gara-gara media online, sehingga radio, tv, dan terutama koran terganggu. Ada beberapa koran yang terkena dampak paling besar sampai tutup,” ujarnya.

Menurut Iwan cara media online menaikan rating atau viewer ialah dengan membuat judul berita yang bombastis, unik, dan heboh. Secara kualitas, lanjut Iwan,  judul tersebut bukanlah tulisan yang hebat, tetapi karena sesuai dengan apa yang dicari masyarakat maka tulisan tersebut akan memiliki banyak pembaca. “Hal pertama di media online itu bukan persoalan beritanya baik atau tidak, tetapi disesuaikan dengan kata pencarian google, itu yang agak kurang baik untuk kita sebagai jurnalis,” tuturnya.

Menurut Iwan, dengan banyaknya media online saat ini bukanlah suatu kekhawatiran, tetapi jurnalismenya itu sendiri yang harus dikhawatirkan. “Media daring muncul dengan fenomena hoaxnya yang membuat masyarakat berlebihan dalam informasi, setiap pagi masyarakat diberikan informasi yang tidak semuanya benar, sementara jurnalis dituntut untuk berlomba lebih cepat dalam menyajikan informasi,” jelas Iwan.

Sementara itu Ahmad Zamzami memaparkan secara garis besar fungsi media ada empat yaitu informasi, edukasi, hiburan dan kontrol. Fungsi informasi akan didapatkan tergantung dengan bagaimana kita mencerna. “Seperti apa fungsi informasi ini tergantung dari kita sendiri, bagaimana informasi itu kita telan secara mentah atau kita filter,” katanya.

Ia juga menegaskan beberapa tugas KPI adalah menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak asasi manusia dan ikut membantu pengaturan infrastruktur penyiaran. “Ikut membantu, ikut membangun. Secara tidak langsung KPI hanya sebagai sarana saja dan tidak mempunyai kekuatan secara penuh dalam mengatur infrastruktur penyiaran.” pungkasnya.

(Cici)

Posting Komentar

0 Komentar