Sehat Sejak Usia Dini Bersama Gantarvelocity


"Hai Audi come on berdiri yuk," ucap Tarsono sang pelatih mencoba merayu Audi yang saat itu terlihat malas untuk berlatih. "Audi bisa terbang loh seperti batman," pelatih terus mencoba menggoda sambil mengendong Audi seolah-olah ia menjadi Batman.

Pagi itu, Rabu (19/7), Audi adalah satu di antara 10 balita lain yang sedang berlatih, bersama pelatih dari Gantarvelocity. Dengan kehadiran anak-anak itu, salah satu tempat latihan lapangan tenis di bilangan Cipete, terasa sangat ramai karena keceriaan balita ini.

Latihan dimulai dengan gerakan yang disebut lompat semangat. "Lompat semangat. Seeeeee... Mangattttt...," teriakan keempat pelatih secara kompak, Disambut dengan teriakan dan loncatan yang tinggi oleh balita ini. Dilanjuti latihan inti dengan berbagai variasi meloncat, mulai dari meloncati lingkaran , meloncati cone yang dialasi dengan matras dan loncat dengan satu maupun dua kaki. Selain meloncat, ada pula gerakan zig-zag, merangkak memasuki terowongan kecil, melempar panah kedalam lubang, hingga berjalan di titian yang terbuat dari gabus.

Gantarvelocity merupakan salah satu profesi dalam bidang kepelatihan yang berfokus dalam bidang olahraga  seperti pelatihan lari jarak jauh, peningkatan kondisi fisik dan pelatihan individual skill (renang, bela diri, sport dance dan lain-lain). Kids athletic hadir berkat permintaan client yang menginginkan anaknya aktif dalam bergerak dengan metode latihan yang menyenangkan dan mengedepankan interaksi antar anak.

“Kesadaran dari masyarakat sudah mulai sadar bahwa perkembangan gerak dasar sudah sangat penting. Atletik, aquatik (aktivitas air), gymnastic (senam) 3 kompenen dasar yang bisa dilatih sejak dini itu yang membuat perkembangan motorik anak jadi bagus,” kata Tarsono. “Gantarvelocity dengan staf pelatih yang berlatar belakang dari Pendidikan Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta dan menguasai bidangnya, mencoba fasilitasi masyarakat atas permintaan masyarakat tentang gerak dasar itu mulai dari dikenalnya kids athletic,” tambahnya

Atletik merupakan gabungan dari beberapa jenis olahraga yang memiliki tiga cabang yaitu lempar, lari dan lompat. Program Kids Athletics diaplikasikan dengan menyerupai nomor atletik, seperti lempar lembing diubah dengan lempar turbo, lompat menjadi lompat kecil dengan cone dan lari tidak banyak yang berubah.

Aktifitas fisik yang dilakukan sejak dini dapat menjadikan anak tumbuh sehat dan memiliki tulang yang kuat. “Kegiatan ini dapat memperkuat otot anak, namun umur balita itu tulangnya masih lunak, kita juga bikin setiap permainan  masih beralaskan dengan matras. Karena sangat riskan sekali, Karena otot-otot lunaknya masih rentan kalau kena benturan apapun,” tutur Nuraulia Intifadhah, yang juga hadir melatih hari itu.
           
KENAPA HARUS OLAHRAGA?

Dalam Jurnal Ilmiah yang ditulis oleh salah satu pengajar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Endang Rini Sukamti, MS, berjudul Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Sebagai Dasar Menuju Prestasi Olahraga mengatakan usia dini merupakan kesempatan bagi anak untuk belajar, sehingga disebut dengan usia emas (golden age). Pada usia ini anak mempunyai kesanggupan untuk belajar yang luar biasa khususnya pada masa kanak-kanak awal.

Motorik kasar adalah gerakan tubuh menggunakan otot-otot besar. Perkembangan aspek motorik kasar sama pentingnya dengan perkembangan yang lain, anggapan yang mengatakan jika motorik kasar akan otomatis mengikuti perkembangan usia anak, merupakan anggapan yang keliru.

“Perkembangan motorik dasar perlu adanya bantuan dari pendidik di Lembaga Pendidikan usia dini yaitu dari sisi apa yang dibantu, bagaimana membantu yang tepat, bagaimana jenis latihan yang aman bagi anak sesuai dengan tahapan usia dan bagaimana kegiatan fisik motorik kasar yang menyenangkan anak,” katanya.

 Dalam kesimpulannya Endang mengatakan jika anak tidak mampu melakukan gerakan fisik yang baik akan menimbulkan kurangnya kepercayaan diri dan konsep diri yang negatif dalam melakukan gerakan fisik. Solusi melakukan kegiatan yang dapat melatih otot atau motorik kasar anak dapat dilakukan. Hal yang mudah dengan menyediakan peralatan anak yang bisa didorong, diangkat, dilempar atau dijinjing bisa menjadi jalan keluar yang efektif.


(Reza)

Posting Komentar

0 Komentar