Cara Warga Indonesia Merayakan Kemerdekaan di Luar Negeri


17 Agustus merupakan tanggal bersejarah bagi Indonesia. Pada tanggal itulah Indonesia meraih kemerdekaan. Tidak heran jika pada setiap tanggal tersebut, masyarakat Indonesia selalu mengadakan perayaan hari kemerdekaan. Perayaan yang diselenggarakan biasanya berupa upacara, arak-arakan, pawai, hingga berbagai perlombaan. Rangkaian acara tersebut selalu meriah dikarenakan tingginya apresiasi masyarakat terhadap hari kemerdekaan negaranya.

Perayaan kemerdekaan ternyata tidak hanya dirayakan di Indonesia saja. Rangkaian perayaan kemerdekaan juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang menetap di luar negeri. Rafli, seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, menceritakan cara mahasiswa Mesir yang berasal dari Indonesia dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. Cara memperingatinya yaitu dengan melakukan upacara bendera di Kedutaan Besar RI di Kairo, kemudian mengadakan perlombaan seperti lomba makan kerupuk, balap karung, futsal, voli, badminton dan sebagainya.

Disamping itu, mahasiswa Indonesia di Kairo juga memiliki tradisi tersendiri, yaitu melakukan pendakian ke gunung Sinai. Biasanya, waktu pendakian pada malam menjelang tanggal 17 Agustus. Hal tersebut dilakukan untuk merayakan HUT RI sekaligus mengibarkan sang saka merah putih di puncak gunung Sinai. Ada perasaan bangga tersendiri yang dirasakan oleh mahasiswa Indonesia di Kairo. Karena, meskipun mereka sedang merantau dan belajar di negeri orang, mereka tetap bangga merayakan hari kemerdekaan negara mereka sendiri.

Walaupun para mahasiswa Al-Azhar merayakan HUT RI di Kairo, mereka mengaku rindu terhadap momen perayaan kemerdekaan yang ada di Indonesia. Karena bagaimanapun, suasana perayaan HUT RI di Indonesia merupakan suasana yang sangat berkesan. Menurut mereka, perayaan di Kairo tidak semeriah di Indonesia. Saukat, mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo mengatakan bahwa ia selalu merindukan suasana di Indonesia. Karena semeriah apapun perayaan di Kairo, tidak dapat menyaingi kemeriahan serta kekhidmatan perayaan HUT RI di Indonesia.

Lain halnya dengan Novi, seorang ibu rumah tangga yang telah menetap di Turki selama 4 tahun. Ia menceritakan bahwa perayaan HUT RI yang dilakukan warga Indonesia di Turki sangat meriah. Mereka tidak hanya melakukan upacara di Konsulat Jendral Indonesia (KJRI) Istanbul, tetapi juga mengadakan perlombaan beberapa hari sebelum tanggal 17 Agustus. Biasanya, lomba akan diadakan pada hari minggu. Hal tersebut dilakukan supaya tidak mengganggu jadwal kerja maupun kuliah. Perlombaan yang diadakan merupakan perlombaan yang diadopsi dari Indonesia, seperti balap karung, tarik tambang, futsal sarung, joget balon, lomba makan mie instan, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, masyarakat Indonesia di Turki juga mengadakan perlombaan yang unik, yaitu lomba makan simit. Simit merupakan roti yang menyerupai donat dan memiliki ukuran yang besar. Dalam perlombaan memakan simit, biasanya roti tersebut diolesi oleh krim coklat. Cara perlombaannya dengan menggantungkan roti simit pada seutas tali seperti halnya lomba makan kerupuk di Indonesia. Peserta lomba pun harus menanggung resiko coklat yang melumuri wajah mereka.

Selain itu, peserta perlombaan HUT RI di KJRI Turki tidak hanya diikuti oleh para warga Indonesia saja, tetapi juga diikuti oleh warga turki yang bekerja di kantor KJRI. Hal tersebut meningkatkan rasa persaudaraan antar warga Turki dan Indonesia, sehingga menciptakan suasana harmonis dan rasa nyaman bagi warga Indonesia yang menetap di Turki.

Itulah beberapa pengalaman yang dirasakan oleh warga Indonesia yang menetap di luar negri. Sebagai warga Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri terus tetap berbangga terhadap identitas kemerdekaan negara, serta membuktikan bahwa negara Indonesia benar-benar telah merdeka.

            
(Nadia)

Posting Komentar

1 Komentar