Mengenal Bang Iim, Pengabdi PKL Pesanggrahan






Salah satu rumah kontrakan di pojokan gang masuk jalan Pesanggrahan mungkin terlihat tak menarik. Namun, di dalam rumah yang hanya memiliki satu pintu depan itu tinggal seseorang yang cukup disegani oleh pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Pesanggrahan. Namanya Abdul Rahim. Ia lebih sering dipanggil Bang Iim.
Saat reporter Journo Liberta mendatanginya, pria paruh baya ini terlihat sedang sibuk menelepon seseorang dengan nada terburu-buru. "Ada apa mas? Mau jualan? Udah nggak ada lapak. Lagian saya lagi pusing dapet surat cinta dari camat," sahutnya setelah melihat kami sedang menunggunya di depan pintu.

Abdul Rahim merupakan pengurus Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) wilayah Ciputat. Setelah PKL di Pesanggrahan mendapatkan surat peringatan dari Camat Ciputat Timur, ia segera melakukan upaya untuk menangguhkan eksekusi, salah satunya dengan menyurati kecamatan Ciputat Timur. Reporter Journo Liberta berhasil mewawancarainya terkait hal tersebut. Berikut hasilnya.




Jadi kalau mau jualan di Pesanggrahan itu harus izin ke siapa pak?
Jadi dulu ketika saya jadi pengurus, saya lah yang memberi ijin, ijinnya dari blok satu, ada blok dua, ada blok tiga iurannya itu untuk membayar ronda 4 orang, bayar sampah 3 orang, apabila ada yang sakit uangnya dipake buat besuk, karena kalo orang sakit kan nggak bisa makan jadi uang sama doa. Terus beli lah bangku apabila ada warga yang meninggal nggak perlu nyewa bangku lagi ada bangkunya. Tetapi blok satu dan blok dua itu jumlahnya jelas sekarang udah liar karena ada juga warga yang memberi ijin karena merasa bahu jalan itu tanah dia.


Kenapa bapak sampai punya pengaruh khusunya dikalangan PKL?
Nama Saya Abdul Rahim, saya ini pengabdi, pernah jadi pengurus RT sektor 2  wilayah kampus UIN, selama 2 periode diberi tanggungjawab 1x24 jam full untuk bertanggung jawab ke lingkungan. Nah, saya setelah jadi petugas RT 2 periode, saya naik ke kepengurusan Rw, saya juga mengurus Setu Kuru atau Setu Legoso, dapet lah saya piagam penghargaan pelopor situ kuru dari Ibu Airin.

Nah, terus saya juga pernah jadi KPMD PNPM Mandiri pedesaan kelurahan Cempaka Putih 1 Periode. Artinya KPMD itu kader pembinaan itu menciptakan bagaimana bapak-bapak ibu-ibu atau ormas-ormas supaya mandiri. Nah, dana itu dari APBN. Terus saya naik lagi jadi forum kota sehat (FKS). Nah terus saya ikut jadi kepengurusan APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia)


Apa itu APKLI? Dan sebagai apa bapak di APKLI?
APKLI (Asosiasi pedagang Kaki Lima Indonesia) kenapa saya jadi ketua ciputat timur? Karena APKLI itu baru untuk para pedagang kaki lima, pedagang kaki lima bagaimana pun dia orang yang mandiri, termasuk di PNPM. Jadi APKLI itu PKL, tulang punggung perekonomian bangsa, penataan dan pemberdayaan yess. Bukan penggusuran, gitu. Nah APKLI ini, kemaren juga sudah koordinasi dengan dinas Koperasi, koordinasi dengan universitas Abu Rizal Bakrie, juga udah koordinasi terakhir dengan wakil Gubernur Tangsel.

Kemarin juga, terbentuk DPW APKLI Banten, karena APKLI ini ada kerjasama MoU dengan Bank Arta Graha, mengajukan KUR Mikro 25 juta tanpa agunan, nutup tiga tahun supaya tidak terlalu membebani. Nah, kenapa KUR itu untuk PKL? Supaya PKL tidak berurusan dengan rentenir harian, yang artinya sama dengan membunuh pedagang PKL.


Sebagai ketua APKLI DPC Ciputat Timur, Bagaimana pendapat anda terkait surat teguran dari kecamatan untuk para PKL di Pesanggrahan? 
Saya kecewa, karena saya kan dulu pernah di Forum Kota Sehat (FKS) yang mana kelurahan pondok ranji, itu camat adanya di mana? kan kelurahan pondok ranji. Nah, sementara saya kalau rapat di situ juga di kecamatan. Kenapa nggak ada bahasa koordinasi yang enak karena senin kemaren saya ditelfon oleh pak Kotib, Komandan Satpol-PP Trantib, Kecamatan Ciputat Timur. Ada fotonya?, ada, foto bersama abis ngobrol-ngobrol. Nah, sekarang ujug-ujug ada surat ke-3, SP3 harus ada pembongkaran. Nah, Kalau ada pedagang yang cari makan dari situ, nggak boleh dagang dampaknya bagaimana nanti, apa mau jadi penjahat apa mau jadi perampok? Nah itu pertanyaan saya yang kasian, sementara pedagang itu juga ada warga, jadi kalau sekarang udah e-KTP maksudnya apa? Itu warga Negara Indonesia.


Apakah ada solusi dari kecamatan terkait rencana pembongkaran terhadap PKL?
Nggak ada solusi, adanya Fasum (Fasilitas Umum) dan Fasos (Fasilitas Sosial). Saya kecewa,  dan saya juga wakil ketua Lembaga Aliansi Indonesia, ini plat merah. Pak Jokowi sebagai penasehat. Ada solusinya lah bahasanya, jadi sekarang ini masalah APKLI ya saya kudu bertanggungjawab. Nah ini, bagaimana cara menyikapinya dengan baik dan elegan. Jadi masalah besar dikecilin, bukan melakukan perintah begini-begini gampang.

Sekarang pertanyaannya, jalan pesanggrahan ini kelas berapa sih? Kalau mau, pak camat urusin tuh parkiran di depan uin yang ditongkrongin, halte itu buat penumpang nunggu kendaraan ini kendaraan nunggu penumpang. Atau nih sebrang nih kelurahan pisangan ada Ormas FBR dagangnya malah di trotoar, kalau pak camat mau minta bantu saya akan siap bantu.


Dari dulu apakah ada surat teguran untuk PKL seperti sekarang ini?
Nggak ada, sekarang kenapa ada? Karena ada faktor X saya katakan mahasiswa, jangan nyalahin mahasiswa, karena parkir di kampus dulu jam-jaman, kenapa nggak digratisin sih buat mahasiswa. Nah, sekarang mahasiswa larinya ke pesanggrahan, dia parkir foto kopi sebentar lari, pulang-pulang sore atau malem. Nah sekarang, ada oknum yang markirin nah kemarin saya panggil, lu enak bangun siang ya bang tinggal trimain duit doing, siapa yang ngijinin lu bang? Nggak jawab. Nah, RT seharusnya yang menjawab yang punya wilayah, bukan ormas yang punya wilayah. Secara pribadi saya kecewa bang.


Lalu apa harapan bapak dan APKLI terkait masalah ini?
Sekarang tanyanya apa yang saya cari? Apa saya dapet gaji dari APKLI? Tidak. Yang saya kecewa begitu surat udah masuk ke kecamatan kok nggak dijawab, jawablah. Silaturahmi lima menit susah amat sih, apa kek ngomongnya saya mau dengerin. Berdasarkan ini gini begini nih, terus baiknya bagaimana? Mau dikosongin aja nggak ada pedagang nggak ada parkiran, terus mau ditanam apa? Ya saya siap bantu.

Posting Komentar

0 Komentar