Mesin Air Rusak, Gedung Fakultas Krisis Air


Tidak tersedianya air menjadi masalah yang cukup mengganggu semenjak sepekan terakhir di gedung Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) dan Fakultas Ushuluddin. Mesin air yang sudah tua menjadi salah satu penyebab permasalahan ini. Menurut Woyo, bagian mesin air Fidikom, penyebab lain adalah terbakarnya bagian mesin dan panel yang mengakibatkan mesin air bertenaga 11.000 watt ini tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Kepala bagian tata usaha Fidikom, Azizah, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat sesaat setelah diketahui terdapat kerusakan pada mesin air. Namun, dikarenakan anggaran dana Fidikom tidak tersedia, pihak fakultas harus mengajukan anggaran dana ke rektorat terlebih dahulu. Proses pengajuan dana ini setidaknya menghabiskan waktu hingga Rabu (15/11/17). Azizah mengklaim pihaknya telah menyediakan tempat penampungan air beserta isinya di setiap lantai.

Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada hari Minggu (19/11/17), dengan syarat mesin pengganti sementara sudah bisa difungsikan. Walau hanya bersifat sementara, menurut Woyo, mesin pengganti ini bisa berusia hingga puluhan tahun tergantung pemakaian dan pemeliharaan mesin tersebut.

Kejadian  ini tentunya berdampak langsung kepada para pengguna air yang mayoritas adalah mahasiswa. Mahasiswa yang sehari-hari menggunakan fasilitas seperti toilet dan musholla harus mengungsi ke toilet gedung lain dan beribadah di masjid Al-Jamiah student center atau masjid Fathullah yang berada di luar area kampus UIN Jakarta.

“Seharusnya  dilakukan pengecekan mesin secara berkala,” kata Anwar Kamil Hanif, mahasiswa Fidikom. Selain itu kata salah seorang mahasiswa Ushuluddin, Miftahul Huda, “seharusnya petugas lebih memerhatikan keadaan mesin dan jika terjadi seperti ini kita bisa memakai jasa pengiriman air," tambahnya.

(Zulham)

Posting Komentar

0 Komentar