Bawaslu Antisipasi Permasalahan Langganan Pemiluwa


Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemiluwa) merupakan tradisi demokrasi yang dilakukan mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta setiap tahunnya. Pemiluwa tahun ini akan dilaksanakan pada 20 Desember 2017. Berkaca dari tahun sebelumnya terkait pemiluwa, banyak permasalahan yang sering terulang.

Setiap tahun, pemiluwa selalu jadi ajang pesta demokrasi yang cukup meriah. Namun di balik euforia pemiluwa, ternyata ada problematika yang berulang tiap tahun pelaksanaannya, yakni soal pemberkasan.

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Siti Rohaeza, pemberkasan dan verifikasi surat suara adalah permasalahan yang sering terjadi pada pemiluwa tahun lalu. “Masalah yang terjadi, ketidaksesuaian antara jumlah surat suara dengan jumlah daftar hadir pencoblosan, khususnya di Fakultas Syariah dan Hukum. Untuk selebihnya tahun lalu itu juga ada masalah pada verifikasi berkas karena kesalahan nama, antara nama di Surat Keputusan (SK) dan nama di Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) beda,” ujarnya.

Permasalahan selanjutnya, sengketa atau konflik antara beberapa pihak yang menimbulkan kericuhan. Dalam hal ini konflik diselesaikan dengan jalan mediasi. "Dibentuk tim independen di tingkat fakultas dan tingkat universitas. Nah, itu apabila di tingkat fakultas tim penyelesaian sengketa tidak bisa menyelesaikan hal tersebut, maka beralih ke Bawaslu,” jelas Rohaeza.

Lanjutnya, bukti-bukti yang ada akan di-cross check lagi kebenarannya. Lalu Bawaslu merekomendasikan peraturan dan sanksi kepada tim independen untuk dikenakan kepada pihak yang bersengketa.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN, Agung Febrianto mengatakan, jika ada permasalahan sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu kepada pihak yang bersengketa, agar mendapat solusi di antara dua belah pihak.

Melihat permasalahan yang muncul dari tahun-tahun sebelumnya, Bawaslu tahun ini lebih mengetatkan peraturan yang ada. Bawaslu akan mensosialisasikan pelanggaran-pelanggaran yang dapat dilaporkan kepada Bawaslu. Cara ini dilakukan dengan membuat poster dan banner petunjuk teknis penyelesaian sengketa, serta membuat surat edaran di setiap fakultas.

Selanjutnya, Rohaeza berpesan, Bawaslu mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam mengawasi pemiluwa tahun ini. Apabila terjadi pelanggaran yang dilihat oleh mahasiswa, Bawaslu mengajak mahasiswa untuk ikut mengawasi dan melaporkan dengan menyertakan bukti-bukti. Laporan dalam bentuk ucapan tanpa bukti tidak bisa ditindaklanjuti oleh Bawaslu.

Baca Juga : Sema U Bantah Pemilihan Anggota KPU dan Bawaslu Tidak Transparan
Baca Juga : Debat Molor, KPU Akui Kurangnya Persiapan
Baca Juga : KPU Masih Pertahankan Sistem Lama
Baca Juga : Pasangan Calon Dema U Beradu Visi Misi dalam Debat Kandidat

Baca Juga : KPU Undur Lini Masa Pemiluwa

(Nunu)

Posting Komentar

0 Komentar