Pasangan Calon Dema U Beradu Visi Misi dalam Debat Kandidat



Pukul 17.03 lagu Indonesia Raya berkumandang di Hall Student Center (SC). Para mahasiswa yang telah hadir menunggu acara dimulai pun sontak berdiri. Seharusnya sore itu debat kandidat pasangan calon (paslon) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas telah berlangsung. Namun, acara yang awalnya dijadwalkan mulai pukul 15.00 itu baru resmi dibuka pukul 17.25.

Debat kandidat calon Dema U yang diselenggarakan Komisi pemilihan Umum (KPU) ini menjadi acara rutin tiap tahunnya sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemiluwa) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Tahun ini ada tiga paslon yang akan memperebutkan kursi tertinggi Dema Universitas. Ketiganya beradu visi dan misi untuk menarik sebanyak mungkin pemilih.

Pada sesi pertama debat, masing-masing paslon diberi waktu dua kali lima menit untuk memaparkan visi dan misinya. Sesi kedua para panelis mengajukan pertanyaan kepada paslon. Adapun panelis yang bertugas ialah, Gazi, Zakiya Darojat, serta Robby Sugara. Ketiganya merupakan dosen UIN Jakarta. Selanjutnya sesi tanya jawab antar paslon. Terakhir, penyampaian closing statement.

Zaid-Irsyad menjadi pasangan yang pertama memaparkan visi misinya. Paslon nomor urut satu ini bertekad merangkul semua kalangan untuk memajukan UIN Jakarta. “Suatu kebersamaan yang saling merangkul merupakan cita-cita atau gagasan yang kami usung pada kali ini Dema Universitas. Kita harus bersama-sama saling merangkul satu sama lain serta berkolaborasi untuk UIN jakarta yang lebih baik lagi,” ujar Zaid.

Dalam menjalankan tugasnya, pasangan kandidat ini telah membuat lima program kerja (proker) yaitu UIN merangkul bersama, UIN berdiskusi, UIN aspirasi, UIN berbudaya, dan UIN mengabdi. Mereka berharap kelima proker tersebut dapat berjalan dengan lancar serta berdampak terhadap kemajuan Dema Universitas.

Sementara itu, calon nomor urut dua Nabil-Adi, ingin mewujudkan cita-cita UIN Jakarta untuk menjadi world class university. “UIN Jakarta memiliki sebuah mimpi panjang, yaitu menjadi world class university pada tahun 2026. Untuk itu, kehadiran kami di sini akan terlibat aktif dengan seluruh elemen di dalamnya untuk menguatkan dan mewujudkan mimpi tersebut,” ungkap Nabil.

Selanjutnya, pasangan ini juga mendorong agar kampus membuka kelas disabilitas yang dinilai sangat penting saat ini. ”Siapapun punya hak untuk pendidikan. Karena tidak dipungkiri kawan-kawan, teman-teman yang mempunyai penyandang disabilitas itu mereka mempunyai mimpi yang besar, tetapi tidak difasilitasi oleh kampus kita tercinta. Oleh karena itu, kami ingin mendorong UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk membuka kelas disabilitas,” jelas Adi.

Paslon ketiga, Hasan-Rizal, mendapat kesempatan berikutnya untuk berbicara. Pasangan nomor urut tiga ini memiliki tagline “Ubah UIN Jakarta”. Mereka menjanjikan perubahan ke arah yang lebih baik dengan menjalankan visi misinya. “Visi kami, kita rangkum dengan nama Dema U berkarya. Dema U berkarya ini kita rancang sebagai laboratorium yang berdasarkan akademik, Islami dan berdedikasi berbangsa,” tutur Hasan.

Pasangan ini juga mengkritik Dema U beberapa tahun belakangan yang dianggap kurang bersinergi dengan lembaga atau elemen lain di kampus. Maka dari itu kandidat ini berjanji menciptakan Dema U yang lebih harmonis dan bersinergi dengan semua fakultas. “Kita bisa berjalan bersama dengan 11 fakultas itu, ukm, dan primodial untuk meraih cita kita yang sama. Cita kita untuk UIN yang lebih baik lagi,” lanjut Hasan.


Para panelis sangat mengapresiasi visi dan misi ketiga pasang kandidat yang semuanya bertujuan memajukan Dema U serta UIN Jakarta. Namun, salah satu panelis yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Robby Sugara, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak adanya calon perempuan. “Yang saya agak menyesal di debat kandidat kali ini satupun tidak ada perempuan. Apakah tidak ada satupun yang berkualitas?” tanyanya.

Baca Juga : Sema U Bantah Pemilihan Anggota KPU dan Bawaslu Tidak Transparan
Baca Juga : Bawaslu Antisipasi Permasalahan Langganan Pemiluwa
Baca Juga : KPU Masih Pertahankan Sistem Lama
Baca Juga : Debat Molor, KPU Akui Kurangnya Persiapan

Baca Juga : KPU Undur Lini Masa Pemiluwa  
(Robby)

Post a comment

0 Comments