Jurnalistik Resmi Jadi Program Studi


Journoliberta/Rheza
Konsentrasi Jurnalistik Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) akhirnya resmi menjadi Prodi Jurnalistik. Artinya, Jurnalistik sudah tidak lagi menginduk kepada Prodi KPI.

Hal tersebut ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI (Menristek Dikti) nomor 287/KPT/1/2018 tentang izin pembukaan Prodi Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Dalam SK yang ditetapkan di Jakarta pada April 2018 menambahkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengharuskan akreditasi ulang dengan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan melaporkan hasil penyelenggaran Prodi paling lambat satu bulan setelah akhir semester.

Ketua Program Studi Jurnalistik Kholis Ridho menjelaskan, transformasi konsentrasi ke program studi sudah dilakukan sejak tahun 2015. “Sebelum terbitnya SK, sejak awal berdirinya. Jurnalistik dikondisikan sebagai Prodi. Kurikulum, kegiatan magang dan ujian skripsinya seperti Prodi. Alumninya pun mengakui sebagai alumni Jurnalistik (bukan alumni KPI) jadi sebenarnya kita berjalan seperti Prodi tetapi induknya ke KPI,” tuturnya.

Dengan turunnya SK ini, kata Kholis, Jurnalistik dapat membuah langkah-langkah perubahan untuk pengembangan Program Studi. “Dalam waktu dekat ini akan ada perbaikan. Yang pertama pemisahan dosen (KPI dan Jurnalistik), kedua pemisahan mahasiswa dan ketiga pemisahan kurikulum, semuanya diajukan ke Dikti. Minimal 3 setelah itu akreditasi ulang, yang akan dilakukan 6 bulan ini,” paparnya.




Setelah Jurnalistik resmi menjadi prodi, selain status kelembagaan, akan ada beberapa perubahan di antaranya ialah penggantian nama himpunan mahasiswa. Saat ini jurnalistik masih menggunakan nama Himpunan Mahasiswa Konsentrasi (HMK) Jurnalistik, nantinya nama itu tidak lagi dipakai. “Himpunan mahasiswa menjadi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), tetapi seharusnya penamaannya Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Undang-Undang menyebut HMPS, tidak ada istilahnya jurusan, yang menggunakan jurusan itu hanya Kementerian Keuangan saja, jadi gak update dia,” ujar Kholis.

Lalu, Kholis menambahkan, perubahan juga terjadi pada gelar akademis saat kelulusan. Sebelumnya mahasiswa jurnalistik yang lulus diberi gelar Sarjana Sosial (S.Sos). “Sarjana (jurnalistik) menjadi S.I.Kom,” tambahnya.

Terakhir, perubahan juga terjadi saat pendaftaran mahasiswa baru. Nantinya mahasiswa baru dapat langsung memilih program studi jurnalistik-sebelumnya mahasiswa baru yang ingin memilih jurnalistik harus mendaftar di jurusan KPI terlebih dahulu. “(Jurnalistik) Boleh membuka pendaftaran karena sudah ada kelayakan minimal dan SK, yang tidak boleh (saat ini) meluluskan,” jelas Kholis.



Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Jurnalistik, Adelia Suwarso, merespon positif dengan hasil perubahan ini. “Saya berharap untuk mahasiswa mahasiswi jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lebih semangat lagi, lebih aktif lagi dan harus bangga karena Jurnalistik sudah menjadi jurusan,” ujarnya.

Disclosure : Hingga tulisan ini diturunkan, Program Studi Jurnalistik belum ada di daftar program studi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maupun Seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

Baca Juga : [Editorial] Selamat Atas Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Tanggapan Mahasiswa dan Alumni terkait Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Stakeholders Fidikom Apresiasi Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Lika-Liku Perjalanan Jurnalistik



(M. Fachrureza)

Posting Komentar

0 Komentar