Stakeholders Fidikom Apresiasi Perubahan Status Jurnalistik

Journoliberta/Fifi
Perubahan status Jurnalistik dari konsentrasi menjadi program studi (prodi) mendapat apresasi dari berbagai pihak, khususnya pemangku kebijakan (stakeholders) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dekan Fidikom Arief Subhan memprediksi Program Studi Jurnalistik akan menjadi program studi yang berkualitas. “Kalau melihat tradisi Ciputat pasti dia (Prodi Jurnalistik) akan menjadi Prodi yang berkualitas, dan tidak hanya berkualitas mungkin peminatnya akan banyak,” ujarnya.

Menurut Subhan perkembangan jurnalismse di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah berlangsung sejak lama. "Pendahulu seperti Komarrudin Hidayat, Adi Badjuri (alm) hingga Azzumardi Azra yang terkenal dengan sisi intelektual mampu menjadikan profesi wartawan sebagai batu loncatan," katanya.

“Dulu kita kan belum memiliki Program Studi Jurnalistik, sekarang kita punya. itu pasti akan lebih baik, berharap para wartawan alumni ciputat (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) nanti pasti akan lebih bagus,” tambahnya.



Senada dengan Arief, Ketua Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan, Suhaimi, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Konsentrasi Jurnalistik periode 2005-2009 merespon positif hasil perubahan ini. Suhaimi juga berharap raihan ini menambah kekhasan Fidikom sebagai salah satu perantara dakwah.

“Menjadi Prodi Jurnalistik sebetulnya merupakan usaha yang sudah lama dilakukan oleh Fidikom, karena di sini sebagai Fakultas Ilmu Dakwah, diharapkan jurnalistik mampu menyampaikan dakwah melalui tulisan,” katanya.

Menurut Suhaimi, lulusan Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta harus memiliki kekhasan sendiri yang harus mampu menyampaikan ajaran Islam. “Jurnalistik merupakan kebutuhan untuk umat Islam. Dibukanya Prodi Jurnalistik itu mengukuhkan bahwa dakwah Islam juga menjadi ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Konsentrasi Jurnalistik Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) akhirnya resmi menjadi Prodi Jurnalistik. Artinya, Jurnalistik sudah tidak lagi menginduk kepada Prodi KPI.

Hal tersebut ditandai dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI (Menristek Dikti) nomor 287/KPT/1/2018 tentang izin pembukaan Prodi Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.

Dalam SK yang ditetapkan di Jakarta pada April 2018 menambahkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengharuskan akreditasi ulang dengan memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) dan melaporkan hasil penyelenggaran Prodi paling lambat satu bulan setelah akhir semester.

Baca Juga : [Editorial] Selamat Atas Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Tanggapan Mahasiswa dan Alumni terkait Perubahan Status Jurnalistik
Baca Juga : Jurnalistik Resmi Jadi Program Studi
Baca Juga : Lika-Liku Perjalanan Jurnalistik



(M. Fachrureza)

Posting Komentar

0 Komentar