MP yang Mencoba Bertahan

Aliansi MP Menolak Pindah


“Kami segenap mahasiswa Manajemen Pendidikan bersikeras menolak pindah ke gedung PPG!” Seru sejumlah mahasiswa Manajemen Pendidikan UIN Jakarta yang melakukan aksi terkait relokasi gedung kegiatan belajar mengajar, Senin (4/3/2019).

Sudah memasuki bulan kedua sejak mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS) menggunakan gedung Pelatihan Profesi Guru (PPG) yang berada di Sawangan, Bojongsari, Depok. Namun hingga saat ini Jurusan Manajemen Pendidikan (MP) masih menolak untuk pindah. Seperti surat lampiran yang Journoliberta terima, empat prodi FITK akan menempati gedung PPG di  Sawangan, termaksud Prodi Manajemen Pendidikan.

Alasan mengapa prodi MP menolak pindah karena gedung baru yang akan dipakai dikhususkan bagi para guru maupun mahasiswa yang memerlukan sertifikasi guru.

"Manajemen pendidikan bukanlah prodi yang akan mencetak mahasiswanya sebagai guru melainkan menjadi orang manajemen," ujar Kepala Jurusan Manajemen Pendidikan, Hasyim Asy'ari.

Menurut Hasyim mahasiswa MP adalah orang yang nantinya akan mengurus dan menjadi pemimpin dalam pendidikan. Jika harus merelokasi beberapa jurusan seyogyanya yang berorientasi pada pelatihan profesi guru saja yang dipindah, karena hal itu lebih cocok ke bidang yang dipelajarinya.

Mahasiswa MP juga menuntut pihak dekan dan jajarannya untuk memberikan alasan yang pasti melalui Surat Keputusan (SK) maupun hasil notulensi yang sudah dirapatkan berkali-kali oleh pihak dekan. Selama ini pihak Manajemen Pendidikan hanya diberikan surat lampiran yang berisi rencana relokasi ruang kantor jurusan dan ruang dosen.

“Saya rasa hal seperti tidak membutuhkan surat keputusan, Fakultas Adab (FAH) dan Ekonomi (FEB) saja tidak menggunakan itu,” ungkap Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum FITK,  Sofyan.

“Kami sudah mengadakan audiensi dengan pihak dekanat, salah satu tuntutan kami adalah kami ingin tahu atas pertimbangan apakah Prodi Manajemen Pendidikan dipindah. Tapi ya begitu, semua pertanyaan kami dijawab dengan sangat tidak memuaskan bahkan selalu dialihkan ke topik yang lain,” jelas Ketua Aliansi MP Menolak Pindah, Fahri.

Baca juga: Audiensi MP (Masih) Menolak Pindah

Di sisi lain, Kepala Jurusan Manajemen Pendidikan juga telah memberikan rekomendasi terkait jurusan mana yang lebih cocok untuk pindah. Namun pihak rektorat dan dekan tak menggubrisnya. 

Ketika hal ini sudah diputuskan oleh dekan, Prodi Manajemen Pendidikan tidak mengetahui apapun, mereka tidak diikutsertakan dalam proses pemutusan relokasi. Keputusan relokasi hanya disampaikan melalui pesan whatsapp berupa foto surat lampiran.

“Surat keputusan tidak ada, bilang rapat sudah diadakan berkali kali tetapi dimintai hasil notulensi tidak pernah sampai, pemberitahuan pun disampaikan oleh pihak lain. Itu pun melalui pesan whatsapp berupa foto surat lampiran,” ujar Hasyim Asy'ari

Sejauh ini mahasiswa MP sudah melakukan aksi kepada pihak dekan. Tidak hanya itu mereka juga membuat posko di depan lobi barat Fakultas Tarbiyah yang bertujuan untuk mewadahi mahasiswa yang mempunyai keluhan ataupun pengaduan.

Mahasiswa MP juga telah melakukan audiensi pertama bersama pihak dekan yang diadakan pada Jumat (25/1/2019). Selanjutnya pada Senin (1/4/2019) lalu diadakan audiensi kedua.

Menurut Dekan FITK, Sururin, fasilitas di gedung PPG dirasa sudah cukup dan layak digunakan oleh mahasiswa. Mulai dari bangunannya, kursi dan meja, kamar mandi juga musala untuk salat.

“Fasilitas di sana juga lebih baik dari pada fasilitas di sini, jadi tidak ada kekurangan fasilitas utama,” tuturnya.

Namun Fahri juga mengeluhkan lingkungan yang dianggapnya masih belum mendukung terutama dalam hal organisasi.

“Kami mempelajari organisasi, maka lingkup kami pun harus bersandingan dengan berbagai macam organisasi. Sedangkan di kampus III Sawangan berupa laboratorium. Masa iya UKM mau dipindah ke sana juga? Ini artinya bukan dari segi alasan saja yang kami ingin tuntut, tapi lingkungan kampus juga harus mendukung,” keluhnya.






(Lia)

Posting Komentar

0 Komentar