Usai Menuai Kritik, Rektor UIN Jakarta Cabut SK DO Mahasiswa


Sivitas akademika UIN Jakarta sempat digegerkan dengan beredarnya Surat Keputusan (SK) Rektor No. 154 tahun 2019 tentang pemberhentian mahasiswa di media sosial dan grup-grup whatsapp pada Kamis (1/8). SK yang ditandatangani oleh rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, pada 4 Maret 2019 itu berisi lebih dari 800 nama mahasiswa yang terkena drop out (DO) dengan alasan menunggak biaya kuliah dan telah habis masa studi. 

Namun kemudian ditemukan banyak kesalahan dalam pendataan yakni tercampurnya mahasiswa yang masih aktif maupun sudah tidak aktif karena wafat, pindah, maupun telah lulus.

Reisa Rizkia, mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora yang namanya tercantum dalam SK saat ini sedang menunggu validasi untuk daftar wisuda September nanti.

“(Academic Information Service) AIS saya aktif dan saya sudah konsultasi ke bagian keuangan akademik pusat kalau saya sudah tidak ada hutang (pembayaran semester) lagi,” ujarnya.

Rizal Fahlevi pun mengalami hal yang serupa dengan Reisa, teman seangkatannya di jurusan SKI. Ia kaget saat membaca SK Rektor tentang pemberhentian mahasiswa di grup whatsapp-nya. “Saya sudah lulus dan mengikuti wisuda Juni kemarin,” terangnya.

Lain halnya dengan Irfan, mahasiswa Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi angkatan 2013 yang juga termasuk dalam daftar nama yg akan diberhentikan sebagai mahasiswa. Ia santai menanggapi beredarnya SK tersebut dan merasa kalau ada kesalahan dalam pendataan. “Yakin aja karena itu kan per bulan Maret. Wong saya semester ini aja masih kuliah,” ungkapnya.

Tak berselang lama setelah salinan SK tersebar, rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, merespons dengan mencabut surat yang telah ia tanda tangani itu. "Hari ini dicabut setelah dicek dan dilaporkan oleh banyak fakultas dan pascasarjana. Maka dicabut,” ujarnya dilansir dari laman tirto.id pada Jumat (2/8).





(Red)

Post a comment

0 Comments