Polisi Tembak Gas Air Mata dan Meriam Air ke Massa Aksi

Journoliberta/Robi
Massa yang tergabung dalam sejumlah elemen mahasiswa bersama masyarakat sipil dipukul mundur meninggalkan halaman depan gedung DPR, Selasa (24/9/2019). Mereka dibubarkan dengan rentetan tembakan gas air mata dari aparat keamanan.

Tidak hanya menggunakan gas air mata, aparat keamanan juga menembakkan meriam air ke massa yang masih berkumpul. Akibatnya massa terpecah dari menuju arah Slipi dan Semanggi.

Dalam aksi yang berlangsung sejak Senin (23/9) kemarin, ada tujuh poin menjadi tuntutan massa aksi. Di antaranya menolak RKUHP, RUU Pertambangan Minerba, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan RUU Ketenegakerjaan. Lalu mendesak pembatalan UU KPK dan UU SDA. Massa juga mendesak agar RUU PKS dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga disahkan.

Selain itu, massa juga menuntut agar pimpinan KPK terpilih dibatalkan statusnya karena dianggap bermasalah. Pihak TNI dan Polri juga diminta agar tidak menduduki jabatan sipil.

Baca Juga: Ini Tujuh Tuntutan Massa Aksi di Depan Gedung DPR RI

Massa juga mendesak penghentian kriminalisasi aktivis. Ada juga tuntutan mengenai karhutla di beberapa wilayah. Pihak pembakar hutan diminta agar segera dipidanakan dan dicabut izinnya.

Terkait Hak Asasi Manusia (HAM), massa meminta agar pelanggaran HAM dituntaskan, pelanggar dari lingkup pejabat ditindak dan hak-hak korban dipulihkan.

(R)

Posting Komentar

0 Komentar