Galeri Foto: Lakon KDPYA, Menampilkan Pertarungan Kubu Matrealistis dan Religius

   Narasi dan Foto: Nuzulia Nur Rahma






"Tidak!! aku tidak butuh itu semua,"
"Kamu butuh dunia,"
"Aku butuh akhirat!"
"Tapi kamu masih di dunia,"
"Tapi aku akan ke akhirat,"
"Kita tidak akan kemana-mana,"
"Tapi aku butuhnya!!"
Kalimat di atas adalah salah satu potongan dialog pertunjukan teater “Kamu Dan Perasaan Perasaan Ku Yang Aduh” disingkat menjadi KDPYA. KDPYA mengambil sisi manusia yang jarang diketahui orang, yakni pertarungan antara kubu materialistis dan religius yang tidak disadari.
KDPYA ditampilkan oleh Teater Syahid Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, diadakan pada 18,19 dan 20 Oktober 2019. Disutradarai oleh Said Riyadi Abdi anggota dari unit kegiatan mahasiswa Teater Syahid.
"Awalnya ini merupakan kegelisahan aku sendiri, kegelisahan umur puber. Aku hidup buat apa sih? Setelah aku ga ada, apa yang akan terjadi? Terus gimana si caranya mendapatkan bahagia?" Ujar Abdi saat ditanyai latar belakang cerita KDPYA. 
Berbekal latihan selama 6 bulan, para pemain teater KDPYA berhasil memancing gelak tawa penonton. Selain kemampuan akting, tata letak panggung dan pencahayaan merupakan faktor pendukung lain.
Selain itu, pertunjukan ini juga menjadi salah satu persiapan Teater Syahid untuk mengikuti Festival Teater Mahasiswa Nasional, pada November 2019 di Medan.

Posting Komentar

0 Komentar