Pemira Diundur, Kepengurusan Diperpanjang

Ilustrasi Pemira


Reporter: Siti Hasanah

Senat Mahasiswa (Sema) UIN Jakarta melalui laman instagram @semauinjkt, Senin (20/1/2020) menyatakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) diundur hingga Oktober 2020. Pengunduran jadwal ini merupakan keinginan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis. Beriringan dengan mundurnya linimasa, surat keputusan kepengurusan Sema, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) akan diperpanjangan hingga Oktober.

Ketua Senat Mahasiswa, Jamsari mengungkapkan informasi terkait pengunduran pelaksanaan Pemira berdasarkan hasil rapat yang telah dilakukan pada 6 dan 8 Januari lalu bersama Dema-U, Sema-U dan Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiwaan.

"Kita sangat sulit sekali untuk menanyakan langsung kepada Rektor. Alasan yang paling jelasnya karena aturan belum rapi, Bu Rektor menginginkan beberapa perubahan lagi dalam AD/ART (Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga) hasil Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Universitas (MPMU)," tambahnya.

Menurut Jamhari, Rektorat menginginkan perubahan mulai dari penamaan Pemira, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Tim Arbitrase hingga mengubah sistem pemilihan menjadi perwakilan.

Pada keterangan yang diunggah di Instagram Sema-U, Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis belum bisa ditemui untuk tukar pendapat bersama Sema.

Sebelumnya, Journo Liberta telah mengajukan surat permohonan wawancara terkait Pemira kepada Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Masri Mansoer, namun ditolak dengan alasan rapat menyoal Pemira yang belum final.

Posting Komentar

0 Komentar