Langkah STF UIN Jakarta Penuhi Kebutuhan Pangan Mahasiswa




Penulis: Alma Almaria
Kebijakan kuliah daring telah diberlakukan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 16 Maret 2020 lalu hingga akhir semester genap. Kebijakan ini membuat sebagian mahasiswa memilih untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, tak sedikit juga yang memilih untuk tetap bertahan di kontrakan atau asrama.
Dalam kondisi pembatasan sosial, situasi sulit kerap dialami oleh mahasiswa. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok harian. Berangkat dari keluhan tersebut, Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta melakukan sebuah gerakan untuk membantu para mahasiswa terdampak Covid-19. Gerakan ini diberi nama Bantuan untuk Mahasiswa Melawan Covid-19. Ketua Pelaksana Dewi Maryam menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan oleh STF pada saat ini berupa hand sanitizer, makanan siap saji, dan vitamin. Dalam kegiatan ini STF bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Jakarta. 
Dewi mengungkapkan jumlah mahasiswa penerima bantuan yang terdata sampai dengan 11 April berjumlah 1357 mahasiswa. Dengan rincian 400 mahasiswa yang telah mendapatkan bantuan berupa makanan dan vitamin, dan 200 mahasiswa yang telah menerima bantuan berupa hand sanitizer.
“Telah ada 1357 mahasiswa yang terdaftar membutuhkan bantuan. Baik itu makanan jadi, sembako, vitamin, kuota internet untuk kuliah online, dan biaya pengobatan,” jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa dana yang dikeluarkan untuk gerakan ini merupakan hasil dari sumbangan donatur.
"Sumbangan dari para donatur, bisa dicek dan dilihat di website kami," tambah Dewi.
Sementara, sistem pembagian makanan siap saji yang dilakukan oleh STF bekerja sama dengan warung-warung makan yang berada di sekitar Kampus Satu, Kampus Dua, dan Kampus Tiga UIN Jakarta. Lokasi tersebar di empat titik, antara lain: Warung Sunda Mang Sadi berada di Pesanggrahan, Rumah Makan Beringin di Pesanggrahan, Warung Sunda Teh Yani di samping Fakultas Ekonomi Bisnis, dan Dapur Sekretariat Dharma Wanita yang berada di depan Fakultas Kedokteran.
Salah satu mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Fauziah merasa terbantu atas bantuan dari gerakan ini untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. 
“Sangat membantu sekali, bantuan ini sangat bagus untuk kami mahasiswa yang sangat membutuhkan,” ungkap Fauziah.
Fauziah memilih menetap di Jakarta dan menaati aturan pemerintah untuk tidak pulang kampung, seperti diketahui UIN berbatasan langsung dengan DKI Jakarta yang saat ini merupakan zona merah Pandemi Covid-19 dan menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Kalau pulang kan takutnya malah menyebarkan virus, kita kan ga tau  ya, kasian orang rumah. Lagi pula di rumah juga tidak ada kegiatan, ditambah kuliah online terbantu karena di asrama saya ada fasilitas wifi, jadi tidak berat di biaya kuota," paparnya.
Selain itu, Toyyibah salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan berupa makanan yang memenuhi kebutuhan gizi.
"Isinya itu daging ayam, sayuran, buahnya pisang. ditambah vitamin gitu, jadi kan terpenuhi ya semuanya," tuturnya.

Post a comment

0 Comments