Memaknai Malam Nuzulul Quran

Ilustrator: Rindani


Penulis: Ahmad Dwiantoro

Apa itu Nuzulul Quran? Ya, sebuah peristiwa diturunkannya kitab suci Alquran dari Lauhil Mahfuz kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini diperingati tiap tahunnya oleh Umat Islam pada malam ke-17 Ramadhan.

Dijelaskan dalam berbagai tafsir, turunnya Alquran ke Bumi bermakna sebagai tuntunan hidup bagi umat manusia di dunia. Allah menjanjikan orang-orang yang beriman berupa rahmat di dunia dan akhirat apabila mereka mengikuti perintah Alquran.  Allah juga memberi kesengsaraan apabila  mendekati apa yang dilarang dalam kitab suci Umat Islam tersebut.

Dalam berbagai riwayat dan hadits, Alquran turun pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan 610 Masehi di Gua Hira. Pada saat itu Nabi Muhammad tengah menyendiri di gua. Malaikat Jibril pun mendatanginya dengan membawa wahyu pertama Surah Al-Alaq ayat 1-5. Ketika itu Jibril meminta Muhammad untuk membaca ayat-ayat tersebut, namun dia mengatakan tidak tahu apa yang akan dibaca. Jibril kemudian berkata, "Baca lah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca lah, dan Tuhanmulah yang maha mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." 

Jibril terus mengulangi seruan tersebut sebanyak tiga kali, sehingga Rasulullah dapat menghafal dan mengulangi wahyu tersebut, meski dalam keadaan bingung dan penuh ketakutan. Memaknai peristiwa Nuzulul Quran ini, Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zakaria  mengungkapkan terdapat dua proses turunnya Alquran yakni munajjaman dan mundarijatan.

”Terdapat dua proses turunnya Alquran. Pertama, munajjaman (keseluruhan) 30 juz dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia ini terjadi pada malam Lailatul qodar. Kedua, mundarijatan (berangsur) sesuai peristiwa dan kebutuhan di masa Rasulullah. Ini dibawa melalui malaikat Jibril. Pertama kali turun tanggal 17 ramadhan," jelas Zakaria.

Zakaria juga menambahkan, Nuzulul Quran memiliki tiga makna yang berisikan maslahat bagi umat manusia. Pertama, turunnya informasi tentang sejarah masa lampau, masa saat diturunkan, masa kini dan masa yang akan datang datang. Kedua, nuzulul Quran juga berarti pengangkatan Muhammad sebagai rasul Allah. Turunnya Alquran pun dapat mengubah dunia dan membentuk peradaban manusia yang unggul. Ketiga, turunnya panduan sempurna kehidupan manusia dunia akhirat.

Dalam surah Ad-Dukhan ayat 3, Allah menjelaskan tentang malam Nuzulul Quran yang memiliki banyak keistimewaan. Dalam ayat tersebut Allah berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan".

"Keistimewaannya dalam surat Ad-Dukhan ayat tiga, malam (17 Ramadhan) yang penuh dengan keberkatan, malam ditetapkannya urusan manusia dengan penuh hikmah," tambah Zakaria.

Menurut tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah karya Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi ia menjelaskan  Nuzulul Quran ialah malam yang bertepatan dengan diturunkan ayat pertama Alquran dari Lauhul Mafudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada Lailatul Qadar.

Allah menjadikan Lailatul Qadar sebagai malam yang istimewa, sebab pada malam itu terdapat banyak kebaikan.  Lailatul Qadar pun disebut sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Datangnya malam Lailatul Qadar tidak diketahui oleh siapapun, itu adalah rahasia Allah. Akan tetapi Nabi Muhammad pun menyeru umatnya untuk Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, seperti diriwayatkan dalam hadits Bukhari "Carilah lailatul qadar pada tanggal-tanggal ganjil dari sepuluh akhir bulan Ramadhan".

Dalam tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah juga dijelaskan pula bagaimana Allah menurunkan ucapan yang paling mulia di malam yang paling mulia kepada manusia yang paling mulia dengan bahasa orang-orang Arab untuk memperingatkan kaum yang diliputi ketidaktahuan, yakni Kaum Quraisy. Peringatan itu diturunkan agar kaum tersebut mendapat penerangan dan hidayah. Sehingga mereka dapat memperoleh kebaikan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman dalam surah Ad-Dukhan ayat 3, “Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan."


Posting Komentar

0 Komentar