HMJ Jurnalistik Gelar Dialog Daring Bersama Kaprodi



Penulis: Sulthony

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik UIN Syarif Hidayatullah gelar webinar bertema “Curhat Ke Kaprodi Yuk” yang dilaksanakan secara daring melalui kanal Google Meet,  Selasa (14/07/2020). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa jurnalistik dan mahasiswa baru yang sudah diterima melalui jalur snmptn. Peserta dipersilahkan untuk menanyakan berbagai hal mengenai perkuliahan kepada Kholis Ridho selaku kepala program studi (Kaprodi).

Persoalan yang sering ditanyakan dalam forum tersebut meliputi keringanan atau penurunan uang kuliah tunggal (UKT), mengingat banyaknya mahasiswa maupun orang tua mereka yang terdampak ekonominya karena pandemi.

Selain itu,  mengenai pemberian kuota internet untuk mahasiswa, pihak kampus rupanya masih belum berani mengambil kebijakan menyoal hal ini. Permasalahan ini disebabkan belum adanya kebijakan langsung dari Kementerian Agama (Kemenag).

Belum adanya langkah pasti terkait kuota gratis dari Kemenag dirasa tidak sejalan dengan perintah dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nadiem Makarim. Pasalnya Kemendikbud telah memerintahkan seluruh institusi pendidikan supaya memberikan kuota internet pada pengajar dan muridnya untuk menunjang pembelajaran daring selama pandemi.

Kalau kuota internet itu belum ada perintah dari Kemenag, karena kita PTKIN ya, semua perguruan tinggi keagamaan mengikuti kebijakan Kemenag,” tutur Kholis.

Mahasiswa baru juga menanyakan bagaimana pelaksanaan pengenalan budaya akademik kampus (PBAK) nantinya. Kholis menyatakan, sementara ini pihak kampus akan melaksanakan PBAK melalui daring. Keputusan tersebut didasari kebijakan pemerintah yang sampai saat ini belum berkenan mengizinkan kegiatan tatap muka di kampus.

Salah satu mahasiswa juga menyinggung menyoal fasilitas yang kurang memadai, terlihat tidak adanya laboratium khusus untuk jurnalistik. Kholis menjawab, bahwa dana pembangunan dari pemerintah biasanya diberikan pada masing-masing fakultas secara bergiliran.

“Dana BOP itu kemarin contohnya diberikan kepada fakultas tarbiyah, untuk membangun gedung baru, lalu FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Semoga selanjutnya diberikan kepada Fakuktas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi,” jelas Kholis.

Posting Komentar

0 Komentar