Tilik Efektivitas KKN Dari Rumah Ala UIN Jakarta

 


Ilustrator: Siti Hasana

Penulis: Yesi dan Rindani

Pandemi Covid-19 menjadi bencana yang menimpa beberapa belahan dunia, termasuk Indonesia. Hal ini berdampak pada bidang kesehatan, sosial, ekonomi bahkan bidang pendidikan di Indonesia. Meski di tengah adaptasi kenormalan baru, program akademis harus tetap berjalan.  Hal ini menjadi latar belakang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN-DR) yang dilaksanakan Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 1-31 Agustus 2020.

Kepala Pusat PPM UIN Jakarta, Kamarusdiana Muhammad menjelaskan, terdapat empat tema yang bisa dipilih mahasiswa yaitu pengabdian bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan dan sosial keagamaan. Mahasiswa dapat memilih minimal dua bidang dalam pelaksanaan KKN DR. Selain itu, sistem pelaporan KKN pun berubah, sebelumnya berbentuk buku, kini berbentuk buku digital yang berisi kompilasi dari laporan mingguan per-individu. Terkait teknis pelaksanaan, KKN DR dilakukan perorangan dari lingkungan rumah masing-masing tetapi pengumpulan laporan tetap perkelompok.

Namun, terdapat keluhan atas sistem pemberian informasi dari PPM terkait KKN DR. Gita Safitri, mahasiswi Fakultas Adab & Humaniora menjelaskan bahwa setiap minggu sebelum pelaksanaan KKN, selalu ada berita non-resmi yang diduga berasal dari PPM berupa voice note dan forward text whatsapp berisi kesimpang-siuran informasi. Terkait hal ini, Kamarusdiana mengatakan bahwa berita tidak simpang siur itu hanya pola pemahaman saja. Ia juga berpendapat hal itu terjadi pada mahasiswa atau dosen pembimbing yang tidak mengikuti atau membaca panduan secara utuh.

Meski begitu, pelaksanaan KKN DR yang dilakukan Gita berjalan lancar. Walau sempat dilanda rasa pesimis, ia mampu melaksanakan tujuh program kegiatan berbasis sosial keagamaan dan kesehatan.

“Gua pun awalnya gitu  (ragu), meski di sini gak ada kasus positif (Covid-19) tapi ragu aja gitu. Kaya ini akan berjalan gak sih apalagi gua sendiri. Karena kalau dilihat dari respon warga, dari awal survei gua hampir ngeraguin program akan diterima atau engga,” ujar Gita.

Lain dengan Gita, SA mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi menjalankan KKN DR tidak dari lingkungan rumahnya sendiri. Ia memilih daerah Petukangan, Jakarta Selatan sebagai tempat pelaksanaan program, berjarak sekitar 17 km dari tempat tinggalnya.

“Kalau di lingkungan sekitar rumah gua gak ada anak UIN atau anak kampus yang lagi KKN juga, jadi agak sulit buat gua kalo mau KKN sendiri dari rumah,” Ujar SA. Setidaknya terdapat 3 kegiatan yang sukses dilakukan SA berbasis kesehatan dan sosial keagamaan.

Selain SA, MR mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi melakukan KKN DR jauh dari lingkungan tempat tinggalnya. “Ekspektasi gua kalau KKN tuh nyari pengalaman baru di daerah orang lain dengan situasi yang pastinya beda sama daerah sendiri,” Ujar SA yang melaksanakan KKN berjarak 36 km dari kediamannya.

SA dan MR membentuk kelompok bersama teman dari jurusannya. Hal ini bertentangan dengan aturan dari PPM yang mengharuskan KKN secara induvidu di sekitar rumah. Keduanya mengakui bahwa dosen pembimbing dan pihak PPM tidak mengetahui melaksanakan KKN DR secara berkelompok.

Untuk diketahui, KKN adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu di Indonesia. Direktorat Jendral Pendidkan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi, yaitu; pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Post a comment

0 Comments