KKN Hampir Usai, Bantuan Pulsa dari PPM Tak Kunjung Diterima Mahasiswa

 

Ilustrasi: Siti Hasanah Gustiyani

JOURNOLIBERTA.COM - Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meminta mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk mengisi Google Form terhitung sejak 15--20 September 2020. Hal itu dilakukan PPM guna mendata mahasiswa penerima bantuan berupa pulsa. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi.

Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM), Kamarusdiana, mengatakan bahwa dalam perencanaan anggaran, bantuan berupa pulsa yang diberikan kepada mahasiswa butuh proses yang panjang. Mulai dari merevisi rencana kegiatan, mengalihkan dana dosen, workshop, dan kegiatan lainnya. Ia juga menjelaskan, hampir seluruh dana bantuan ditarik pemerintah guna membantu mengatasi  pandemi Covid-19.

“Pulsa ini membutuhkan proses yang panjang di perencanaan anggaran. Sejak awal 2020 lalu, sudah merevisi rencana kegiatan untuk mengalihkan dana dari honorarium dosen, workshop, dan kegiatan lainnya untuk bantuan dana pulsa mahasiswa," ujar Kamarusdiana saat diwawancarai via telepon pada Selasa (13/10/2020).

Biro Perencanaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Iip menerangkan, bantuan berupa pulsa dengan besaran 15--20 GB tersebut rencananya akan dibagikan langsung kepada mahasiswa pada bulan ini.

"Mengenai prosedur pembagian pulsa nantinya akan di-inject langsung ke nomor masing-masing mahasiswa melalui provider yang (telah) bekerja sama. Nantinya seluruh mahasiswa akan mendapat bantuan pulsa dari semua provider sebanyak kurang lebih 15--20 GB per mahasiswa," ujar Iip saat dihubungi lewat telepon pada Kamis (15/10/2020).

Iip juga menegaskan bahwa setiap mahasiswa hanya boleh mendapat satu jalur bantuan pulsa baik dari fakultas maupun dari PPM. Sehingga mahasiswa tidak bisa mendapatkan bantuan dari keduanya.

“Nantinya kami akan men-cross check ulang data mahasiswa yang sudah mengisi form data. Agar setiap mahasiswa hanya mendapat 1 bantuan (pulsa) baik itu bantuan pulsa dari Fakultas maupun dari PPM. Misalnya seorang mahasiswa akan mendapat bantuan pulsa dari Fakultas dan PPM maka bantuan hanya diberikan oleh salah satu darinya tidak bisa keduanya,” tegasnya.

Ada 3.500 Mahasiswa KKN yang telah mengisi Google Form, dari 4.100 mahasiswa yang terdata. Namun hingga kini, PPM belum memberi kabar kelanjutan terkait bantuan tersebut.

Baca juga: Tilik Efektivitas KKN Dari Rumah Ala UIN Jakarta

Muhammad Ikhsan, salah satu Mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FITK), mengatakan bahwa bantuan semacam ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa apalagi di masa pandemi seperti ini.

"Saya sangat berharap bantuan semacam ini cepat turun dan segera direalisasikan ke seluruh mahasiswa. Untuk PPM setidaknya (PPM) memberikan informasi seperti ini (bantuan pulsa) secara rutin lewat akun sosial media resmi, karena hingga saat ini saya tidak mendapatkan informasi apapun terkait hal ini," ujar Ikhsan pada Kamis (15/10/2020).

Lain halnya dengan Ikhsan, Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi (Fidikom) Andika Ramadhan, justru tidak berharap banyak terhadap bantuan tersebut. Meski sering kali sudah mendaftar, hingga kini bantuan semacam itu belum ia dapatkan baik dari kampus maupun pemerintah.

“Saya tidak pernah mendapat bantuan serupa dari pemerintah, sering kali mencoba mendaftar bantuan seperti beasiswa atau bantuan yang sifatnya penyaluran. Jadi ketika mengetahui ini saya tidak memiliki ekspektasi besar,” ujar Andika pada Kamis (15/10/2020).

 

Penulis: Nuzulia Nur Rahmah

Editor: Siti Hasanah Gustiyani

Post a comment

0 Comments