Sambut Hari Pahlawan, BEM SI Gelar Demo Cabut UU Cipta Kerja

Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10), sebelum UU tersebut resmi disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (2/11). (Journo Liberta/Johan)

JOURNOLIBERTA.COM – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja di depan Istana Negara hari ini, Selasa (10/11/2020). Aksi ini dilakukan sebagai isyarat bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam atas disahkannya UU Cipta Kerja yang dianggap dapat merugikan masyarakat.

“Pada 10 November 2020, bertepatan dengan Hari Pahlawan, BEM Seluruh Indonesia akan kembali meramai Istana Negara sebagai sikap bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam saat kepentingan rakyat diinjak-injak oleh para pemangku kebijakan,” ungkap Kordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (9/10/2020).

Dalam keterangan tertulis, BEM SI menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo yang tetap meresmikan UU Cipta Kerja yang ditandatangani pada Senin (2/11/2020), meskipun terjadi gelombang penolakan dari berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia.

UU Cipta Kerja resmi dinomori menjadi UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dengan demikian, terhitung sejak 2 November 2020 seluruh ketentuan dalam undang-undang tersebut mulai berlaku.

Remy menyatakan, BEM SI tetap akan mendesak presiden untuk mengeluarkan Perppu guna mencabut UU No.11 Tahun 2020.

Jika hal itu tidak diindahkan, mahasiswa akan tetap konsisten menolak UU No.11 Tahun 2020 dengan berbagai cara sampai UU tersebut batal dijalankan.

 

Penulis: Johan


Post a comment

0 Comments