Amany Lubis Keluarkan Edaran Terkait Keringan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19




 Ilustrasi: Journo Liberta/ Fifi

 

JOURNOLIBERTA.COM - Merespons kabar kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Kementrian Agama (Kemenag), Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis mengeluarkan surat edaran Nomor: 107 Tahun 2021 tentang Syarat dan Mekanisme Pengajuan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahasiswa S1 Pada Masa Pandemi COVID-19, Senin (18/1/21). Surat edaran ini disampaikan untuk memberikan keringan UKT terhadap mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut, Amany Lubis menjelaskan bahwa bantuan keringanan UKT ini berlaku untuk mahasiwa program S1 Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 dan Semester Ganjil 2021/2022 dari semester 2 s.d 8. Dijelaskan pula bahwa skemanya adalah dengan menurunkan satu grade kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sehingga, hal ini tidak berlaku untuk mahasiswa kelompok UKT satu dan penerima beasiswa. Selain itu, keringanan biaya UKT juga diberikan kepada mahasiswa yang melengkapi dokumen pendukung dan diverifikasi oleh tim yang ditunjuk.  

Pengajuan keringanan UKT dapat diakses melalui login ke alamat websitehttps://spmb.uinjkt.ac.id/spmbv2/home.zul atau lewat  Academic Information System (AIS) UIN Jakarta dengan melampirkan berkas yang mendukung.

"Keringanan biaya UKT sebagaimana dimaksud berdasarkan pada permohonan mahasiswa yang dilengkapi dokumen pendukung dan verifikasi dari tim yang ditunjuk," jelasnya.

Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) kembali memperpanjang kebijakan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pembahasan rencana pemberian keringanan tersebut dibahas dalam rapat daring yang dipimpin oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Suyitno bersama dengan Pimpinan PTKI dan Kopertais se-Indonesia pada Selasa, (26/1/21).

 “Keringanan UKT menjadi salah satu opsi untuk mengurangi beban mahasiswa yang studi pada UIN, IAIN, dan STAIN dan juga pada PTKIS di tengah pandemi Covid-19 ini," ujar Suyitno dilansir dari laman resmi Kemenag.

Rencananya keringanan UKT ini berlaku untuk mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19. Adapun untuk kebijakan dan mekanismenya akan diserahkan kepada masing-masing kampus. 

“Besaran dan mekanismenya diserahkan kapada rektor/ketua PTKI," ungkap Guru Besar UIN Palembang tersebut.

Selain itu, Suyitno juga mengatakan bahwa terdapat empat skema untuk keringanan UKT yang diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) yaitu penurunan, pengurangan, perpanjangan masa pembayaran, dan angsuran.

"Implementasinya diserahkan kepada masing-masing kebijakan PTKIN dan disesuaikan dengan pilihan yang diajukan oleh mahasiswa," jelasnya.


Penulis: Zahra Zakiyah

Editor: Siti Hasanah Gustiyani

Posting Komentar

0 Komentar