Dipecat dari Jabatan Warek UIN Jakarta, Masri Mansoer: Saya Akan Tempuh Jalur Hukum

Sumber foto: Youtube Masri Mansoer

 JOURNOLIBERTA.COM - Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Masri Mansoer membenarkan dirinya diberhentikan dari jabatannya. Hal itu berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis, tertanggal 18 Februari 2021. Kabar tersebut baru ia ketahui pada Jumat (19/02/2021), sebelum berangkat salat Jumat.

“Benar diberhentikan dari Warek III Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta, berdasarkan surat keputusan rektor,” kata Masri membenarkan berita tersebut.

Menurut Masri, alasan yang tertulis dalam surat tersebut dinilai tidak masuk akal dan terkesan mencari-cari alasan. Ia mengaku pihaknya juga tidak dilibatkan dalam rapat-rapat yang berhubungan dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai Warek III. Keputusan tersebut menurutnya terjadi tanpa adanya klarifikasi serta pemeriksaan sesuai dengan aturan kepegawaian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Alasan pemberhentian saya dicari-cari dan mengada-ada. Bahkan saya diasingkan dengan tidak dilibatkan dalam rapat-rapat pimpinan yang berhubungan dengan tupoksi saya, dan situasi seperti ini berlansung selama 3 bulan terakhir. Kami juga diberhentikan tanpa adanya proses klarifikasi,” jelasnya dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi Journo Liberta.

Sebelumnya, Masri juga sudah menduga akan diberhentikan dari jabatannya. Itu karena namanya tercantum sebagai saksi dalam laporan ke polisi oleh pihak lain dan tergabung dalam upaya pengungkapan dugaan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh rektor UIN Jakarta.

“Sebelumnya saya sudah menduga akan diberhentikan, pemanggilan terhadap saya dilakukan 2 kali tanpa menyebutkan apa pelanggaran yang saya lakukan,” ungkap Masri.

Untuk selanjutnya, Masri akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada kuasa hukumnya terkait langkah hukum apa yang akan diambilnya nanti.

“Kami sangat prihatin dan cemas dengan kondisi yang terjadi di UIN Jakarta, karena UIN dikelola secara tidak professional. Langkah rektor telah memberhentikan (dilakukan) secara sewenang-wenang dan diduga melanggar peraturan (perundang-undangan). Dan sebagai warga negara yang baik, saya akan membela hak-hak hukum kami. Saya akan berkonsultasi dengan kuasa hukum saya tentang langkah-langkah hukum yang diambil,” tutupnya.

Sehari sebelumnya, pada Kamis (18/02/2021), Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis, mengeluarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 167 & 168 Tahun 2021 tentang Pemberhentian Dengan Hormat terhadap dua wakil rektor, yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Masri Mansoer dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Andi Faisal Bakti.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Masri Mansoer dan Andi Faisal Bakti dipandang sudah tidak dapat bekerja sama lagi dalam melaksanakan tugas kedinasan. Selanjutnya, mereka akan dikembalikan sebagai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Senada dengan Masri, saat dimintai tanggapan mengenai pemberhentiannya sebagi Wakil Rektor Bidang Kerjasama (Warek IV), Andi Faisal Bakti, mengatakan akan melakukan tindakan melalui proses hukum yang berlaku. Ia dan tim hukumnya saat ini sedang mempersiapkan administrasi menuju proses peradilan.

“Nanti akan ada tim hukum yang melanjutkan ini,” tegas Andi pada Jumat (19/02/21), dikutip dari ruangonline.com.

 

Penulis: Siti Hasanah Gustiyani

Editor: Johan

 


Posting Komentar

1 Komentar

  1. Aplikasi KebunPintar Hadir, Permudah Manajemen Perkebunan 4.0.
    Aplikasi yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat yang saat ini sedang menggeluti dunia pertanian menuju manajemen perkebunan 4.0... Baca Selengkapnya

    BalasHapus