Masih Pandemi, UIN Jakarta akan kembali Laksanakan KKN-DR dan KKN In Campus

 

Ilustrasi: Siti Hasanah Gustiyani

JOURNOLIBERTA.COM - Pandemi Covid-19 masih belum usai. Hal ini masih berpengaruh pada bidang pendidikan di Indonesia, tak terkecuali di tingkat Perguruan Tinggi. Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai sebuah mata kuliah yang ada dalam kurikulum di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta), tahun ini masih akan dilaksanakan secara DR atau dari rumah serta KKN In Campus.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta, Kamarusdiana mengatakan, keputusan KKN 2021 dilakukan di tempat tinggal masing-masing dan In Campus berdasarkan pada Surat Edaran Dirjen Kemenag No 697/03/2020 tentang Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Perguruan Tinggi Keislaman Negeri (PTKIN), serta Surat Edaran Rektor Nomor B 116/R/HK.00.7/04/2020 tentang Pelaksanaan KKN di Masa Pandemi.

“Pandemi secara nyata masih ada, pemerintah belum resmi menyatakan bahwa situasi sudah aman dan bukan hanya UIN Jakarta, tetapi seluruh PTKIN di bawah Kementerian Agama (Kemenag) melaksanakan KKN dari tempat tinggal masing-masing,” ujar Kamarusdiana saat diwawancarai via Whatsapp, Jumat (2/4/2021).

Kamarusdiana melanjutkan, untuk saat ini menjaga kesehatan dan keselamatan mahasiswa adalah hal utama sehingga UIN Jakarta belum bisa melaksanakan KKN secara regular. Selain itu, pihak kampus juga belum mendapat izin dari Pemerintah Daerah (Pemda) baik tingkat kabupaten, kecamatan, maupun kelurahan. Ia mengaku, pihaknya sudah mengajukan MoU kepada sejumlah daerah tapi belum diizinkan.

“Karena kan KKN Reguler di kampung-kampung ini pihak kampus harus sudah ada izin dari Pemda terkait. Sampai saat ini kami sudah MoU dengan Bogor, Cianjur, Sukabumi, Tangerang, itu mereka masih belum resmi menerima KKN di daerahnya karena mereka juga masih mengacu pada proses pembelajaran dari rumah,” jelas Kamarusdiana.

Terkait kebijakan tersebut, Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Erika Fitriana, menyebut dirinya kurang setuju dengan dilakukannya KKN dari rumah. Kendati demikian, ia tetap memilih KKN-DR saat mengisi form pendaftaran KKN.

“Karena KKN-DR itu rasanya kayak enggak KKN, relasi untuk nambah temen dari fakultas lain juga sedikit ya. Beda kalo KKN tetap dilakukan kelompok yang menuju sebuah wilayah bersama gitu, yang pasti pengalamannya lebih ada, lebih mandiri, lebih terasa juga sensasinya. Kuliah S1 juga cuma sekali, masa giliran ada KKN dilakukannya daring,” ujar mahasiswi semester VI, Rabu, (17/3/2021).

Efektivitas KKN-DR

Disinggung tentang efektivitas pelaksanaan KKN-DR di masa pandemi, Kamarusdiana menanggapi bahwa mangkus (efektif) tidaknya kegiatan akan terlihat Ketika KKN telah dilaksanakan dan dilakukan study monitoring terhadap peserta KKN. Keefektifan KKN-DR tergantung dari sudut pandang mana mahasiswa melihat manfaat yang bisa diambil dari setiap kegiatan. KKN-DR ini membantu mahasiswa agar bisa berkontribusi untuk daerahnya.

“KKN-DR menempatkan mahasiswa itu harus bersikap lebih cerdas, seperti melakukan pengabdian di lingkungan masing-masing yang mungkin selama ini ia cuek terhadap lingkungannya. Ia juga bisa menyumbangkan pikiran, tenaga, dengan fokus mengajar anak yang kurang mampu, mengajarkan cara menanggulangi Covid-19, mengajarkan e-learning, ” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan mahasiswi peserta KKN-DR tahun 2020, Majidatun Ni’mah. Ia mengatakan, KKN-DR mangkus dilaksanakan karena pada 2020 klaster corona sedang gencar-gencarnya. Akan tetapi, ia menemukan kesulitan dalam menjalankan program kerja selama KKN berlangsung.

Kalo kendalanya sih kayanya ada tiga kendala besar menurut saya kemarin tuh, pertama masalah administrasi, biasanya kan KKN dikasih uang sama PPM. Nah kalau kemarin itu bener-bener pure dari mahasiswa. PPM ngasih kuota itu pun di akhir dan engga menyeluruh,” ungkap mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam itu, pada Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Tilik Efektivitas KKN dari Rumah ala UIN Jakarta 

Ia juga menyebutkan, proker yang dilakukannya dirasa kurang maksimal, karena di awal pada tahun lalu pembentukan kelompok dan proker masih untuk KKN regular. Tetapi kemudian, lanjutnya, pandemi menyerang dan harus dilakukan KKN-DR. Sulitnya menarik perhatian warga juga menjadi kendala yang Ni’mah rasakan dalam pelaksanaan KKN-DR.

“KKN biasa pun menarik minat warga itu sulit, apalagi KKN di rumah yang ngelakuin sendiri, buat ngadain kegiatan yang harus melibatkan warga itu sulit kayanya, apalagi tidak boleh ada kerumunan,” paparnya.

Ni’mah mengakui tetap merasakan esensi pengabdian meski dilakukan dari rumah. Menurutnya, pengabdian adalah mengerahkan pikiran, tenaga dengan ikhlas.

Mengenai tunjangan untuk pelaksanaan KKN tahun lalu, PPM UIN Jakarta menggelontorkan bantuan kuota sebesar 15 s.d. 20 GB per orang dari semua provider. Akan tetapi, bantuan tersebut juga menuai kritik karena terlambatnya pemberian subsidi. Ditanyai tentang apakah KKN-DR tahun ini akan mendapatkan bantuan kuota atau tidak, Kamarusdiana menerangkan bahwa pemberian kuota untuk mahasiswa tahun ini sudah di-handle oleh setiap fakultas.

“Jadi untuk bantuan kuota dari PPM itu tidak ada, karena sudah oleh fakultas,” katanya.

Selain itu, Kamarusdiana menyebut bahwa ada potongan anggaran UIN termasuk juga PPM yang dipotong pemerintah pusat guna penanggulangan Covid-19.

KKN In-Campus

KKN In Campus menjadi salah satu program yang ditawarkan PPM UIN Jakarta kepada peserta KKN 2021. Kamarusdiana menerangkan bahwa dasar diadakannya KKN In Campus adalah hasil rapat pimpinan uiniversitas yang memutuskan bahwa satuan unit di UIN Jakarta mesti didukung keahlian mahasiswa guna menjadikan UIN Jakarta lebih baik.

“Dasarnya, rapat pimpinan di bawah Wakil Rektor (Warek), bidang akademik dan dekan yang memutuskan bahwa banyak fakultas, program studi, dan unit di rektorat membutuhkan keahlian mahasiswa IT, komputer, hadis, dan berbagai keahlian bidang lainnya” ujar Kamarusdiana.

Ia juga menjelaskan, KKN In Campus diadakan untuk memenuhi permintaan kebutuhan dari masing-masing fakultas, program studi, maupun unit di rektorat terhadap keahlian mahasiswa untuk menyukseskan program-programnya.

In Campus diadakan atas dasar permintaan kebutuhan keahlian dari mahasiswa untuk menyukseskan program fakultas, yang impact-nya untuk kampus, fakultas, dan mahasiswa itu sendiri, seperti akreditasi dan sebagainya,” ungkap Kamarusdiana.[]

 

Penulis: Tia Nurullatifah dan Eza Rosyandi

Editor: Johan

Posting Komentar

0 Komentar