Setengah Hati Kemenag Beri Bantuan Kuota

 

Ilustrasi: Savira Agustin/Journo Liberta

JOURNOLIBERTA.COM Bantuan kuota internet yang dijanjikan Kementerian Agama (Kemenag) sejak awal tahun 2021, akhirnya mulai diterima sejumlah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di penghujung Mei lalu. Kemenag menyebut bantuan tersebut dalam rangka menunjang pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Jihan Nabila Pasya, Mahasiswi Program Studi Jurnalistik. Ia mengaku telah menerima bantuan tersebut dengan besaran 15 GB yang berlaku hingga 30 hari.

"Iya (sudah dapat), semester ini mendapat kuota sebesar 15 GB. Dari awal perkuliahan daring, baru pertama kali ini mendapat (bantuan) kuota dari kampus," kata Jihan via WhatsApp, Kamis (3/6/2021).

Mahasiswi semester 4 ini sempat heran semester kemarin tidak menerima bantuan kuota, padahal ia telah menyerahkan nomor ponselnya sesuai imbauan pihak kampus. Jihan berharap ke depannya penyaluran bantuan ini bisa lebih baik lagi agar dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh para mahasiswa. 

Sebelumnya, pihak kampus lewat Academic Information Student (AIS) sudah menghimbau agar mahasiswa segera memperbarui nomor teleponnya di situs web AIS.

"Mohon diinfokan kepada teman-teman untuk update data di AIS, terutama nomor telepon yang aktif. Disarankan (menggunakan) operator Telkomsel dan Indosat agar memudahkan," ujar Kepala Sub Bagian Data dan Informasi Perencanaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Trisno Muh Riyadhi via WhatsApp, Jumat (7/5/2021).

Namun, meski sudah memperbarui data nomer telepon di AIS, masih banyak mahasiswa yang belum menerima bantuan kuota Kemenag. Salah satunya adalah Mahasiswa Jurusan Sejarah Peradaban Islam, Saka Tri Utama. Mahasiswa semester 6 ini mengaku belum pernah mendapat bantuan kuota semenjak kuliah daring diterapkan sejak Maret 2020.

Tidak dapat, padahal udah sesuai arahan di AIS untuk merubah nomor telepon yang aktif. Hari Senin lalu (juga) udah tanya ke pihak kampus mengenai bantu kuota via email, tapi sampai sekarang belum ada respons. Bahkan udah cross check ke pihak provider kartu Smartfren dan ternyata nomornya tidak terdaftar sebagai nomor bantuan kuota", ujar Saka lewat WhatsApp, Rabu (2/6/2021).

Saka berharap ke depannya proses penyaluran bantuan kuota dapat diperbaiki lagi. Lanjutnya, Kemenag diharapkan juga merangkul seluruh penyedia layanan internet di Indonesia, sehingga mahasiswa yang tidak memakai kedua provider tersebut dapat merasakan manfaatnya.  

Menanggapi hal itu, Trisno mengatakan bahwa untuk mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan kuota harap pastikan nomor ponsel sudah diperbarui di AIS.

"Bulan depan akan dikirim lagi, kalau kemarin tidak dapat kuota disarankan untuk ganti. Jadi mohon dipastikan nomor telepon di AIS dah update ya, terutama nomor (ponsel) yang aktif disarankan operator Telkomsel dan Indosat agar memudahkan," ujar Trisno

Selain tidak merata, penyaluran bantuan kuota juga dinilai lamban. Pasalnya, pendistribusian tahap pertama yang harusnya dilaksanakan 11-20 Mei baru terealisasi di penghujung Mei, memasuki Ujian Akhir Semester (UAS) pada akhir Juni mendatang. Padahal pembelajaran jarak jauh semester genap dimulai awal Maret 2021 lalu.

Perlu diketahui, rencana awal penyaluran bantuan kuota semester genap tahun 2021 ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 11-20 Mei 2021. Sedangkan, tahap kedua akan dilakukan pada 1-14 Juni 2021.  


Reporter: Siti Hasanah Gustiyani, Ahmad Dwiantoro, Aulia Oktavia Rengganis, dan Sarah Fauziyah.

Penulis: Siti Hasanah Gustiyani

Editor: Johan

 


Posting Komentar

0 Komentar