UIN Jakarta Buka Rencana Kuliah Luring

Foto: Journo Liberta/Daryl Ramadhan

JOURNOLIBERTA.COM- Univeraitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berencana menerapkan blended learning dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yakni dengan menggabungkan sistem pembelajaran luring dan daring. Hal itu merupakan hasil rapat pimpinan UIN Jakarta, Rabu (9/6/21), yang disampaikan melalui surat edaran Nomor: B-3270/R/HK.00.7/08/2021.

Dalam surat edaran yang ditandatangani pada Selasa (24/8/2021) itu, perkuliahan yang dilakukan secara luring adalah mata kuliah yang pencapaian kompetensinya tidak dapat dicapai secara maksimal dengan pembelajaran daring.

Perkuliahan secara luring juga dilakukan dengan memperhatikan kebijakan PPKM di Kota Tangerang Selatan. Dilansir dari suara.com (25/8/21), Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie telah menerapkan PPKM level tiga di Kota Tangerang Selatan sejak 24 Agustus 2021.

Ia mengatakan, perubahan dalam bidang pendidikan berangsur disesuaikan dengan situasi penyebaran Covid-19 . Adapun pembelajaran bisa dilakukan secara luring dan daring dengan catatan tidak lebih dari 50% orang di dalam ruangan.

Perubahan terhadap bidang pendidikan pun berangsur disesuaikan. Pembelajaran bisa dilakukan melalui tatap muka maupun secara daring. Bagi pembelajaran secara tatap muka, jumlah siswanya paling banyak 50 persen dalam satu ruangan,” ujarnya.

Syarat dan Ketentuan Perkuliahan Luring

Dalam surat edaran ini, para dosen dan mahasiswa yang bersedia mengikuti perkuliahan luring harus membuat surat pernyataan yang memuat kesediaan mengikuti kegiatan secara luring, keterangan sehat, keterangan vaksin, dan bersedia mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Perlu diperhatikan bahwa dalam kegiatan perkuliahan secara luring, jumlah mahasiswa dalam suatu ruangan juha tidak boleh lebih dari 50% kapasitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Kemudian, apabila mengalami gejala mirip Covid-19 harus segera melapor.

Selain perkuliahan, kegiatan riset lapangan, kunjungan laboratorium, dan perpustakaan juga mendapatkan kelonggaran untuk dilakukan secara luring bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir.
Tak hanya itu, ujian dan tugas akhir juga dapat dilakukan secara luring berdasarkan kesepakatan pembimbing, penguji, dan program studi (prodi) dengan catatan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Upaya Menangani Resiko Perkuliahan Luring

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan mitigasi dan manajemen resiko dimulai dari pengecekan negatif Covid-19 terhadap dosen atau mahasiswa melalui tes cepat antigen maksimal tiga hari sebelum perkuliahan dimulai. Kemudian, bagi mahasiswa yang tinggal di wilayah jabodetabek dapat mengikuti perkuliahan luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selanjutnya, untuk
mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan, kegiatan laboratorium hanya diperbolehkan untuk kapasitas 25% dan kegiatan lainnya tidak lebih dari 50% kapasitas ruangan, guna mencegah terjadinya kerumunan.

Demikian pula mahasiswa yang melakukan praktik klinis di luar kampus, seperti rumah sakit, layanan kesehatan, atau pengabdian lainnya turut dihimbau agar mengikuti syarat dan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku di wilayah setempat.

Bagi dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa yang terindikasi terkena Covid-19 diharapkan segera melapor kepada pimpinan fakultas atau unit kerja, kemudian melakukan isolasi secara mandiri.

Kendati sudah memperbolehkan kuliah luring, akan tetapi sistem blended learning masih menjadi pilihan utama, mengingat saat ini Indonesia masih berada dalam masa pandemi Covid-19.

 

Penulis: Aulia Oktavia Rengganis

Editor: Siti Hasanah Gustiyani

Posting Komentar

0 Komentar