Jakarta Internasional Stadium (JIS), Stadion Bertaraf Internasional Yang Ramah Lingkungan

 

Foto : KOMPAS/Agus Susanto

JOURNOLIBERTA.COM-Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang terletak di Tanjung Priuk, Jakarta Utara merupakan stadion terbesar di Indonesia bahkan se-Asia Tenggara. Stadion yang sudah mencapai proses pembangunan 90,89% ini memiliki kapasitas 82.000 dan menjadi stadion pertama di Indonesia yang memiliki atap buka tutup. Karena itu, stadion JIS memiliki konsep multipurpose stadium yang artinya, stadion ini dapat digunakan untuk beragam acara bergaya indoor dengan kapasitas yang besar seperti acara pameran dan konser musik.

Selain itu, Jakarta Internasional Stadium dirancang sebagai stadion yang tidak memiliki fasilitas lintasan lari. Sehingga hal ini menjadi keunggulan JIS karena dinilai atmosfer menonton pertandingan olahraga di stadion ini akan lebih terasa. Fasilitas selanjutnya yaitu Sky View Deck,  pengunjung dapat berjalan atau joging mengelilingi stadion sambil menikmati pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian 70 meter.

Uniknya, Jakarta Internasional Stadium (JIS) disebut sebagai stadion ramah lingkungan atau green building pertama di Indonesia. JIS mendapat gelar tersebut pada level tertinggi yaitu level platinum dari lembaga sertifikasi Green Building Council Indonesia (GBCI). Ada banyak kriteria yang harus dimiliki oleh sebuah stadion untuk mendapatkan gelar green building level platinum salah satunya stadion harus memperhatikan kesehatan dalam ruangan. Oleh karena itu, stadion JIS memiliki fasilitas sirkulasi udara dan didesain seperti lapisan kulit berlubang-lubang yang terinspirasi dari ornamen asli khas betawi yakni “Gigi Balang”. Kecuali untuk pengguna VIP, Coorporate Box, dan VVIP sirkulasi udara akan menggunakan pendingin ruangan.

“Lapisan utama atau kulit stadion kita desain tidak ada bolong-bolong dan tertutup secara penuh otomatis sirkulasi udara di tribune jadi tidak ada, oleh karena itu kita desain dengan bolong-bolong agar tetap mempertahankan udara yang dapat keluar masuk jadi penonton yang menonton di tribune merasakan sejuknya udara tanpa harus menggunakan pendingin ruangan,” Ungkap Fatillah Akmal Yusron, Asisten Manajer dari konstruksi proyek pembangunan Jakarta Internasional Stadium.

Kriteria selanjutnya, Akmal menjelaskan pengelolaan air stadion JIS menggunakan konsep zero run off atau pemanfaatan air yang ditangkap dari atap stadion. Air tersebut kemudian akan disalurkan melalui tim Water Treatment yang berbentuk kotak besar untuk menampung air di bawah stadion. Jika kondisi air sudah tidak tertampung, air kemudian akan disalurkan ke retention pond atau kolam-kolam penampungan air. Setelah itu, air akan dimanfaatkan ulang untuk berbagai kebutuhan seperti menyirami tanaman dan rumput stadion.

“Memanfaatkan ulang air ini karena luas area dari JIS sendiri kurang lebih 22 hektar kebutuhan untuk menyirami tumbuhan dan rumput sangatlah besar maka dari itu kita manfaatkan dari situ. Dua contoh yang sudah saya sebutkan tadi merupakan contoh kehematan dari energi listrik maupun air yang kita manfaatkan kembali sehingga kita mendapatkan sertifikat green building level tertinggi yakni level platinum,” Ucap Akmal

Saat ditanya mengenai banjir, Akmal menjelaskan letak JIS sudah aman dari air rob maupun banjir karena sebelum pembangunan tim sudah melakukan survei bersama dinas sumber daya air DKI Jakarta. Namun awalnya area JIS ini merupakan kawasan resapan sehingga pembangunan stadion akan mengurangi daya resap daerah sekitar jika pembuangan air tersebut dialirkan ke saluran kota. Khawatirnya jika saluran tersebut sedang dalam kondisi banjir maka area JIS juga berpotensi terkena banjir. Sehingga penggunaan konsep zero run off ini diyakini bisa menanggulangi dampak banjir.

“Makanya kita terapkan zero run off  tadi selain dapat manfaatkan air hujan atau air yang menggenangi komplek JIS dengan konsep zero run off  juga dapat menanggulangi banjir. Jadi operasional dan fasilitas yang ada di komplek Jakarta Internasional Stadium dapat bermanfaat” Pungkas Akmal.


Penulis : Muhammad Darryl Ramadhan

Editor : Gina Nurulfadillah

Posting Komentar

0 Komentar