Kasus Penundaan Pemilu dan Ketimpangan Ekonomi, Mahasiswa Menuntut Perubahan Budaya Pemerintah

Foto: Nurma Nafisa


Aliansi mahasiswa seluruh Jabodetabek melakukan aksi terkait penundaan Pemilu 2024 dan kasus ketimpangan ekonomi yang dirasakan oleh rakyat Indonesia belakangan ini. Aksi tersebut dimulai dari Universitas Trisakti, Grogol Jakarta Barat sampai Patung Kuda Arjuna Wijaya pada Jumat (1/04/2022).

Koordinator dari Universitas Tirtayasa Banten, Oky Pamungkas mengatakan kasus ini tidak bisa dibiarkan karena kenaikan beberapa bahan pokok akan berdampak menyulitkan masyarakat.

“Saya dan teman-teman mahasiswa di sini akan menyuarakan kenaikan bahan pokok seperti minyak dan bahan bakar minyak (BBM), karena kita semua disulitkan secara ekonomi dan dipaksa untuk mati perlahan,” ujar Oky.

Menurut Oky, demo ini harus dilakukan karena penundaan pemilu 2024 tidak sesuai dengan demokrasi dan tidak sah karena tidak ada keterlibatannya dengan masyarakat.

“Demokrasi diadakan dan ada untuk membatasi kekuasaan dan juga reformasi itu amanahnya untuk membatasi kekuasaan ketika memang penundaan pemilu ini tidak secara inklusif mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengubahan amandemen undang-undang berarti ini secara formilnya tidak sah karena masyarakat tidak terlibat,” jelasnya.

Oky juga mengutarakan harapannya dengan adanya demo ini bisa mengubah culture pemerintahan dan hilangnya ciri khas pemerintah borjuis.

“Saya ingin ada culture yang berubah dan hilangnya ciri khas pemerintah yang borjuis. Seperti yang kita ketahui yang bisa bermain politik adalah orang-orang kaya, karena saya rasa sudah tidak perlu adanya golongan atau kelas orang-orang tertentu,” sambung Oky.

Dilansir dari Detik.com aksi demo tersebut tidak sampai Istana Negara karena para demonstran dihentikan Brigade Mobile (Brimob) di kawasan Harmoni. Hal itu mengakibatkan jalan menuju Istana Negara ditutup dan para mahasiswa hanya bisa melakukan orasi di kawasan tersebut.

Di samping itu, Mahasiswa ancam demo besar jika isu perpanjang masa jabatan Presiden masih berlanjut.

 “Mahasiswa mengancam akan menggelar demonstrasi besar jika pemerintah tetap melakukan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Selain itu, mahasiswa meminta agar Presiden menyampaikan sikap resmi terkait penolakan terhadap penundaan pemilu 2024,” Detik.com melaporkan pada Jumat (1/4/22).

Menurut pantauan Detik, mahasiswa membubarkan diri dari kawasan Harmoni hingga pukul 17.51 WIB. Tidak lama setelah bubarnya mahasiswa, Jalan Majapahit arah ke Istana Negara dibuka kembali.

“Mahasiswa telah membubarkan diri dari kawasan Harmoni pada pukul 17.51 WIB. Mereka membubarkan diri ke arah Jalan Gajah Mada. Jalan Majapahit arah Istana kembali dibuka pada pukul 17.58 WIB. Lalu lintas terpantau ramai lancar,” kutip Detik.com 


Penulis: Putri Nadhila
Editor: Darryl Ramadhan

Posting Komentar

0 Komentar