Ajarkan Anak Peduli Lingkungan, Keluarga ini Joging Sambil Pungut Sampah

 

Foto: Sulthony Hasanuddin/Journo Liberta

JOURNOLIBERTA.COM-Suara hati seorang anak kecil yang sadar akan kondisi lingkungannya yang kumuh, menggerakkannya untuk kembali menata pemandangan yang tak indah di balik hijaunya rerumputan. Krekkk…krekkk…, suara plastik-plastik sampah dipungut dengan tangan mungilnya. Tanpa ada rasa malu dalam aksinya, ia terus melakukan perilaku terpuji tersebut dengan dukungan penuh dari orang tua yang menyelimuti semangatnya. 


Gerakan peduli lingkungan yang dilakukan keluarga Geraldo Oryza mengundang perhatian masyarakat di sekitar Bintaro Loop, Tangerang Selatan. Berawal dari inisiatif anak-anaknya yang begitu menyayangkan lingkungan sekitarnya tercemar oleh sampah berserakan, keluarga Geraldo Oryza tergerak untuk melakukan kegiatan bermanfaat sembari joging dengan membersihkan lingkungan sekitar. 


Foto: Sulthony Hasanuddin/Journo Liberta


Aldo dan istrinya memahami kesadaran lingkungan pada anak-anaknya sebagai sebuah perasaan tulus dari hati sosok anak kecil. Hal itu membuat Aldo dan istrinya terus mendukung kegiatan positif ini dengan selalu mengiringi kegiatan mereka untuk joging sambil memungut sampah-sampah di sepanjang jalan kawasan joging. 


"Semua ini dimulai ketika anak-anak gw mulai sering diajak joging di area Binloop (Bintaro Loop), jujur, mereka memang anak-anak kritis banget, terlebih soal sampah. Mereka kemudian punya ide polos untuk joging sambil ngumpulin sampah-sampah di sepanjang jalan itu. Ide itu menjadi ide yang menurut gw dan Mirza sangat tulus dari hati sosok anak-anak kecil ini, kami pun support dan memfasilitasi segala hal yang diperlukan agar mereka bisa memungut sampah dan membuangnya di tempat yang tepat," ujar Aldo.


Foto: Instagram/@geraldoryza


Aldo dan keluarganya, rutin mengadakan kegiatan ini di hari weekend, Sabtu dan Minggu. Namun mereka juga melakukan kegiatan tersebut pada hari biasa, tergantung mood si anak pada pagi hari. 


"Saat ini kalau weekend (Sabtu/Minggu) adalah jadwal tetap, untuk weekday bisa beragam harinya karena tergantung mood anak-anak di pagi hari, " ungkap Aldo. 


Lebih lanjut, Aldo dan keluarganya berharap kepada masyarakat agar memiliki kesadaran yang masif, dan menjadi habit yang baik untuk menjaga kebersihan juga kelestarian lingkungan. Karena gerakan ini berasal dari kepolosan dan niat tulus dari hati seorang anak kecil, yang bisa menjadi tamparan besar bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang berumur dewasa. 


"Tentunya dengan gerakan yang berasal dari kepolosan dan niat tulus dari anak-anak kecil, ini bisa menjadi tamparan besar bagi seluruh masyarakat, terutama yang sudah berumur dewasa agar kesadaran ini menjadi masif dan menjadi habit yang baik demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kita,"  harapnya. 


Aldo menegaskan, bahwa petugas kebersihan di lingkungan itu bukanlah asisten rumah tangga masyarakat. Tugas mereka hanya menjaga kebersihan dan merawat di lingkungan sekitar area pengelola.


"Karena para pekerja tukang sapu jalanan yang disediakan oleh pengelola kawasan bukan asisten rumah tangga masyarakat, mereka hanya menjaga kebersihan dengan menyapu daun-daun dan menjaga tanaman atau rumput di sekitar area pengelola," pungkasnya. 



Reporter: Sulthony Hasanuddin

Penulis: Ahmad Ripaldi dan Nurma Nafisa

Editor: Shinta Fitrotun Nihayah


Posting Komentar

0 Komentar