Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi, Pemilih Muda Mampu Memilih Wakil Rakyat Berkualitas

Ilustrasi: Pradipta Kusuma Abirawa

JOURNOLIBERTA.COM- Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Ismail Cawidu menyatakan dominasi pemilih muda dari kalangan mahasiswa pada Pemilu memungkinkan terpilihnya wakil rakyat yang berkualitas. Menurutnya hal itu karena mahasiswa mampu mengenali profil calon dengan memanfaatkan teknologi.

"Salah satu ukuran suksesnya Pemilu adalah tingginya tingkat partisipasi peserta pemilih, karena itu berkaitan dengan tingkat elektabilitas. Kalau mayoritas pemilih pada Pemilu tahun 2024 diperkirakan didominasi dari mahasiswa, hal itu memberikan harapan besar kita menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas. Karena mahasiswa memiliki kemampuan mengenali calon yg dipilih dengan memanfaatkan teknologi informasi, misalnya mencari tahu profil sang calon melalui jejak digitalnya," ujar Cawidu melalui Whatsapp, Selasa (6/12/2022). 

Adapun menurut hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), pemilih muda akan mendominasi Pemilu 2024. Target sampel dari survei tersebut adalah pemilih yang berusia 17-39 tahun diprediksi sebagai kelompok strategis dalam konstelasi politik nasional menjelang pemilu 2024. Hal ini menjadi tantangan sekaligus harapan besar untuk menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas.

Sementara itu, Cawidu mengatakan, peranan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan arahan terkait pentingnya partisipasi mahasiswa dalam menyukseskan Pemilu juga penting sebab Pemilu 2024 diprediksi akan didominasi pemilih muda. Menurutnya, KPU sebagai penyelenggara Pemilu wajib melibatkan mahasiswa dalam berbagai program sehingga tidak menjadikan mahasiswa sebagai objek saja. Dengan begitu mahasiswa akan termotivasi bahwa tanggung jawab suksesnya Pemilu merupakan tanggung jawab bersama.

Cawidu menilai keterlibatan mahasiswa sebagai pemilih muda dalam Pemilu sangat dibutuhkan. Hal itu karena mahasiswa memiliki kemampuan rasionalitas dan mampu memahami dengan baik setiap kebijakan terkait Pemilu. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan kontrol sosial terhadap pelaksanaan Pemilu tersebut.

Menanggapi hal itu, mahasiswa semester 5 Program Studi Jurnalistik, Maulana Fajri mengatakan bahwa mahasiswa sebagai pemilih muda harus bijak dalam menggunakan media sosial menjelang Pemilu tahun 2024. Menurutnya, pemilih muda harus tetap menjaga etika serta dapat berperan memberantas berita hoaks, sehingga pemilih muda pun dapat turut mensosialisasikan Pemilu dengan baik pada masyarakat luas.

“Kalau kita sebagai generasi milenial itu harus bisa mengawal, artinya jangan sampai ada informasi hoaks yang merajalela di media, jangan sampai ada hal-hal yang menyerang media lain dengan cara yang tidak baik atau dengan cara-cara yang kasar atau cara-cara yang menyebar fitnah, isu ujaran kebencian, agama, dan juga ras atau suku agama,” ungkap Fajri pada Selasa (6/12/2022). 


Fajri juga mengatakan bahwa pemilih muda harus tetap berpedoman pada Asas Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia serta Jujur dan Adil (Luber-Jurdil) dalam menyuarakan pilihannya. Sehingga pemilih muda bisa mengantisipasi hal-hal yang mengancam penyelenggara Pemilu 2024 nanti.


“Untuk menyuarakan pemilihan itu tidak sulit, tapi cara kita untuk memilih itu sangat sulit. Yang pertama adalah pedoman kita dalam memilih itu harus Luber-Jurdil, nah itu harus kita penuhi semua unsurnya. Lalu yang kedua adalah ketika kita hendak memilih itu jangan sampai hal-hal yang bisa mengancam atau bisa menyerang pihak lawan terjadi dengan kata lain jangan serang menyerang, ” ujar Fajri. 


Meski begitu, Fajri menilai penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan berlangsung antara dunia nyata dan dunia maya. Keduanya akan berperan dalam Pemilu untuk tetap menjaga etika dan menghindarkan segala berita hoaks serta penyerangan antar pemilih.


Lebih lanjut, Cawidu berharap mahasiswa dapat mengambil peran secara langsung dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu 2024. “Salah satu tujuan kegiatan yang kita laksanakan tadi adalah memberikan informasi lebih awal kepada mahasiswa tentang penyelenggaraan Pemilu 2024 agar mereka mulai saat ini, aware, dan peduli bahwa bangsa kita akan melaksanakan pesta demokrasi 2 tahun ke depan,” pungkasnya. 


Penulis: Pradipta Kusuma Abirawa dan Nurma Nafisa Faradila

Editor: Shinta Fitrotun Nihayah


Posting Komentar

0 Komentar