Indiana Jones Kembali Berhadapan dengan Nazi di The Dial of Destiny

 

Grafis: Prima Widiastuti/JournoLiberta

Oleh: Siti Nurhaliza Safitri/JournoLiberta

JOURNOLIBERTA.COM - Indiana Jones merupakan film waralaba asal Amerika sejak tahun 1981. Film karya George Lucas ini mengisahkan petualangan seorang profesor arkeologi, Dr. Henry Walton “Indiana” Jones, Jr. yang kerap disapa Indy untuk mencari artefak kuno di berbagai belahan dunia.

Hingga saat ini, terdapat lima film dari serial Indiana Jones, yakni Raiders of the Lost Ark (1981), Indiana Jones and the Temple of Doom (1984), Indiana Jones and the Last Crusade (1989), Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008), dan Indiana Jones and the Dial of Destiny (2023). Pada film kelima yang berlatar pada tahun 1969, Indiana Jones (Harrison Ford) baru saja pensiun dan terpaksa menemani putri baptisnya, Helena Shaw (Phoebe Waller-Bridge) melihat kalkulator astronomi karya Archimedes, antikythera yang ditemukan olehnya dan ayah Helena di tahun 1944. 

Konon, kalkulator yang berbentuk seperti jam tersebut dapat menemukan celah dalam waktu dan mengantar pemiliknya kembali ke masa lalu. Tawaran menarik dari barang antik tersebut mendorong Helena untuk menjualnya di pasar gelap, walaupun Indy hanya memiliki setengah bagiannya saja. 

Namun tidak hanya Helena yang tertarik dengan barang tersebut, J├╝rgen Voller (Mads Mikkelsen) seorang nazi yang pernah berhadapan dengan Indy di tahun 1944 kembali mencari kalkulator antikythera. Mereka terjerat persaingan sengit demi mencari separuh bagian dari antikythera yang keberadaannya masih menjadi misteri.

Dalam film ini, Indiana Jones kembali tampil dengan epik di layar lebar walau penulis cerita pada film kelima berbeda dengan empat film pendahulunya. Karakter Indy yang tidak lagi muda tetap mampu menghibur penonton dengan aksi laganya. Unsur moral dan komedi yang sedari dulu telah melekat pada karakter Indiana Jones masih dapat dirasakan berkat akting apik Harrison Ford. Aktor dan aktris lain juga tidak kalah tertinggal karena mereka mampu membangun kemistri yang memikat dalam film berdurasi 2 jam 34 menit ini.

Kendati demikian, rumah produksi dari film Indiana Jones and the Dial of Destiny patut diacungi jempol. Sejak Lucasfilm Ltd. berkolaborasi dengan Walt Disney Pictures, kualitas gambar dari film ini semakin baik sejalan dengan perkembangan zaman. Efek Computer Generated Imagery (CGI) yang ditampilkan pun semakin mulus dan canggih dibanding dengan film terdahulunya, sehingga dapat memanjakan mata penonton. 

Sayangnya, angka pembukaan box office the Dial of Destiny berada jauh dibawah film pendahulunya. Melansir dari CNN Indonesia, Indiana Jones 5 hanya mencetak box office pembukaan sebesar US$60 juta sementara film keempat tembus mencapai US$100. Walau begitu, film ini tetap layak ditonton bagi penggemar aksi maupun mereka yang ingin bernostalgia dengan kisah petualangan Dr. Jones melintasi ruang dan waktu.



Data Film

Judul : Indiana Jones and the Dial of Destiny

Tanggal Rilis : 30 Juni 2023

Genre : Aksi Petualangan 

Sutradara : James Mangold

Penulis : Jez Butterworth, John-Henry Butterworth, David Koepp, dan James Mangold

Produser : Kathleen Kennedy, Frank Marshall, dan Simon Emanuel

Durasi : 154 menit

Bahasa : Inggris

Asal Negara : Amerika Serikat



Editor: Nurma Nafisa



Posting Komentar

0 Komentar