Kondisi Jalur Sepeda Memprihatinkan, Masyarakat Berharap Ada Tindakan Pemprov DKI

Foto: Prima Widiastuti/JournoLiberta

JOURNOLIBERTA.COM - Jalur sepeda di DKI Jakarta yang diinisiasikan oleh Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, Anies Rasyid Baswedan kini tampak memprihatinkan. Pasalnya, terdapat perubahan kebijakan dari Pemerintah Provinsi DKI di bawah jabatan Gubernur Heru Budi Hartono yakni dihapusnya penganggaran penambahan jalur sepeda di Jakarta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2023.

Dalam APBD 2023 yang dirilis pada masa jabatan Gubernur DKI Heru Budi, tidak ada anggaran khusus untuk ekspansi rute, yang ada hanya alokasi untuk pemeliharaan jalur sebesar Rp7,5 miliar. Jumlah tersebut jauh di bawah rencana mantan Gubernur Anies Baswedan, yang sebelumnya ingin menganggarkan Rp38 miliar pada 2023.


Di samping itu, nasib jalur sepeda saat ini juga tampak miris. Seperti di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, terlihat sejumlah stick cone berwarna orange yang sudah rusak ataupun terlepas dari jalur.


Salah satu pengemudi ojek online, Endang (48) mengatakan, rusaknya stick cone yang berada di kawasan tersebut disebabkan oleh pengendara lain. Bahkan tidak sedikit pula Angkutan Kota (angkot) yang melewati jalur tersebut.


“Pembatasnya pada rusak biasanya ditabrak motor atau mobil, lagi pula kan banyak angkot di sekitar sini terus lewat jalur sepeda buat nurunin penumpang yang gak sengaja kesenggol pembatasnya,” ungkap Endang, Rabu (2/8/2023). 


Endang menambahkan, kondisi jalur sepeda saat ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Sebab, masih terdapat pesepeda yang tidak menggunakan jalur khusus sepeda. 


“Masih ada yang naik sepeda tidak sesuai jalurnya tapi malah di jalur kendaraan umum, padahal jalur pesepeda dibuat khusus buat mereka biar lebih aman,” ujar Endang.


Di sisi lain, seorang pesepeda, Dedi (58) mengatakan jalur sepeda yang dibuat khusus untuk para pesepeda kini kurang aman. Karna menurutnya, jalur tersebut lebih banyak digunakan oleh pengguna kendaraan lain, selain sepeda. 


“Sekarang jalur sepeda udah kaya jalur umum lain, banyak kendaraan yang lewat di sana, ada juga yang parkir atau berhenti sembarangan, kita pesepeda jadi terhambat dan mau gak mau lewat jalur umum, ya walaupun bahaya,” ucap Dedi, Rabu (2/8/2023).


Kendati demikian, Dedi mengungkapkan bahwa perlu adanya evaluasi lebih lanjut terkait kondisi jalur sepeda saat ini. Hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan minat bersepeda masyarakat apabila jalur yang disediakan lebih aman dan terawat.


“Saya sih berharap pemerintah mengevaluasi lagi jalur sepeda ini, karena sayang saja kalau kaya gini, kan kalau jalurnya lebih terawat, lebih aman, dan tidak terlalu berdampingan dengan kendaraan lain mungkin bisa naikin minat bersepeda masyarakat,” ungkapnya.


Penulis: Norma Desvia Rahman

Editor: Nurma Nafisa


Posting Komentar

0 Komentar