Foto: Perayaan Paskah 2025, Momen Penguatan Iman dan Kepedulian Sosial

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Gereja Katedral Jakarta menggelar sejumlah rangkaian peribadatan dalam rangka memperingati Hari Raya Paskah 2025. Rangkaian inti peribadatan dimulai sejak Jumat Agung (18/4) dan ditutup dengan misa Hari Raya Paskah, Minggu (20/4).

Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo dalam konferensi pers menyampaikan, Paskah tahun ini bertepatan dengan perayaan Tahun Yubileum, momen sakral setiap 25 tahun dalam tradisi Gereja Katolik dengan mengusung tema “Peziarah Pengharapan”. Ignatius juga menambahkan pentingnya memaknai Paskah dalam kehidupan umat Kristiani.

“Manusia yang membiarkan Kristus yang bangkit hidup dalam dirinya. Yang pilihan hidupnya tak lagi didikte oleh egonya, tapi oleh cinta dan keadilan,” ujar Ignatius Suharyo dalam konferensi pers di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (20/4).

NEW GALFOT 3 SLIDE 3 2Pesan Paskah tahun ini menyoroti tentang kondisi perekonomian yang tengah terjadi di Indonesia. Ignatius menekankan data yang dihasilkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bahwa sebanyak 40 ribu tenaga kerja kehilangan pekerjaan hanya dalam dua bulan pertama di tahun 2025.

“Keuskupan Agung Jakarta mengajak para pemimpin negeri ini agar sungguh-sungguh menjalankan program dan kebijakan yang mampu memenuhi hak-hak dasar warga negara seperti pendidikan, layanan kesehatan, serta penyediaan lapangan kerja, sehingga kualitas hidup warga tetap terjaga dan kian meningkat,” tambahnya.

NEW GALFOT 3 SLIDE 4 2Paskah tahun ini juga menitikberatkan persoalan korupsi. Dalam ajaran Katolik, korupsi dipercaya sebagai salah satu dosa besar sebab perbuatan tersebut tidak hanya merugikan kehidupan seseorang, namun juga masyarakat luas.

“Oleh karena itu, korupsi adalah skandal publik yang sangat berat dan harus segera diberantas demi keadilan dan kesejahteraan bersama,” tegas Ignatius.

NEW GALFOT 3 SLIDE 5 2Di sisi lain, Keuskupan Agung Jakarta mengimbau seluruh umat untuk memperkuat rasa solidaritas sosial, terlebih meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu secara finansial. Mereka percaya bahwa kesejahteraan bersama dapat tercapai dengan memperkuat solidaritas yang disertai aksi nyata.

“Gereja menyediakan bantuan dalam bentuk dapur umum sebagai dukungan untuk para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pemberdayaan koperasi lokal, hingga penanganan anak-anak stunting,” jelasnya.

NEW GALFOT 3 SLIDE 6 2Maka dari itu, Misa Paskah bukan sekedar perayaan liturgi, tetapi juga sebagai seruan aksi. Ignatius mengajak seluruh umat beragama untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam mewujudkan bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera.

NEW GALFOT 3 SLIDE 7 1“Dalam kesempatan yang mulia ini, Keuskupan Agung Jakarta juga mengajak semua komponen bangsa, para pemuka agama, penggiat lintas iman dan penggerak sektoral untuk bahu membahu mengatasi persoalan-persoalan bangsa yang muncul agar terwujud bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.

NEW GALFOT 3 SLIDE 9

Pos terkait