Journoliberta.com – Jumlah pendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025. Penurunan ini berkaitan dengan sistem pemilihan Program Studi (Prodi), serta faktor ekonomi dan pertimbangan prospek kerja calon mahasiswa.
Menurut Staf Bagian Akademik, Arip Saripudin, pendaftar UTBK di tahun 2025 sekitar 14.000 dan mengalami penurunan menjadi 12.000 di tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa perubahan sistem pilihan prodi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah pendaftar.
“Tapi ini bisa saja karena satu pendaftar sekarang bisa memilih beberapa prodi, ada empat pilihan; dua S1, satunya D3, dan satunya D4. Jadi kemungkinan pendaftarnya lebih sedikit jadinya gitu,” ungkap Arip saat diwawancarai di Ruang Akademik UIN Jakarta, Senin (4/5).
Selain itu, ia menyebut terdapat perbedaan tren minat pada sejumlah prodi, baik yang mengalami peningkatan maupun penurunan. Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh preferensi calon mahasiswa serta kecenderungan memilih perguruan tinggi lain pada bidang tertentu.
“Prodi yang mengalami lonjakan ada di Manajemen, dari 969 pendaftar tahun lalu menjadi 1.057 tahun ini, sementara Psikologi tetap stabil. Di sisi lain, Pendidikan Kimia masih sepi peminat, dari kuota 77 hanya terisi 38 diduga karena minat pada program keguruan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mulai beralih ke kampus lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur UTBK tahun ini relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Ia juga menyoroti kondisi ekonomi dan prospek kerja sebagai pertimbangan utama calon mahasiswa dalam memilih program studi.
“Kuotanya tetap dan tidak terlalu berpengaruh karena ada instruksi supaya tidak menaikkan atau menurunkan kuota di tahun ini. Selain itu, banyak yang sudah diluluskan tetapi mandek saat pendaftaran ulang karena Uang Kuliah Tunggal (UKT) dirasa tinggi, serta prospek kerja juga menjadi pertimbangan,” ungkapnya.
Sementara itu, calon mahasiswa yang mendaftar ke UIN Jakarta, Syaakira, menilai bahwa skor UTBK menjadi faktor utama dalam menentukan peluang diterima, meskipun tetap mempertimbangkan aspek lain dalam memilih prodi. Ia menyebut strategi pemilihan jurusan dan tingkat persaingan juga menjadi pertimbangan penting.
“Skor UTBK itu pengaruhnya gede banget ya, karena jadi faktor utama pas seleksi. Tapi aku juga pertimbangin hal lain kayak seberapa ketat jurusannya, jumlah peminatnya, sama strategi pas milih prodi,” terang Syaakira saat diwawancarai via pesan suara WhatsApp, Rabu (22/4).
Selain itu, ia menilai UIN Jakarta memiliki keunggulan dibandingkan kampus lain dari sisi kombinasi pendidikan akademik dan nilai keislaman. Ia juga menyebut kualitas pengajar dan jaringan alumni menjadi daya tarik tersendiri.
“Kelebihan itu ada kombinasi antara pendidikan akademik sama nilai-nilai keislaman. Jaringan alumninya juga luas, terus beberapa faktor lain yang membuat tertarik ya,” tutupnya.