Journoliberta.com – Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta mulai membangun gedung baru untuk mengatasi keterbatasan ruang perkuliahan setelah berbagi gedung dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) sejak 1990. Gedung di kampus dua itu ditargetkan selesai pada awal Januari 2027 dan akan digunakan pada semester genap 2027.
Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Ismatu Ropi menyatakan pembangunan gedung baru diprioritaskan karena kapasitas kelas tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Akibatnya, aktivitas akademik Fakultas Ushuluddin dan FDIKOM tersebar di beberapa lokasi sehingga pengelolaan fasilitas menjadi kurang efektif.
“Alasannya karena jumlah mahasiswa tidak sebanding dengan ruangan yang tersedia. Hal yang berkaitan dengan perawatan, kebersihan, keamanan lebih sulit dikelola,” ujar Ismatu saat diwawancarai di Gedung Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Selasa (28/4).
Ismatu menyebut rencana pemisahan gedung sudah dibahas sejak beberapa tahun lalu. Namun, pembangunan baru direalisasikan karena kampus sebelumnya memprioritaskan fasilitas untuk fakultas lain yang lebih mendesak.
“Rencana pembangunan gedung Fakultas Ushuluddin sebenarnya sudah pernah dibahas. Namun, saat itu dianggap belum mendesak karena ada beberapa fakultas lain yang lebih membutuhkan,” tambahnya.
Ismatu menjelaskan pembangunan gedung dimulai pada awal April 2026 dengan masa kontrak selama 275 hari. Ia menambahkan Fakultas Ushuluddin berencana pindah ke gedung baru pada akhir Desember 2026.
“Pembangunan ditargetkan rampung pada awal Januari 2027 dan Fakultas Ushuluddin akan pindah pada akhir Desember ke gedung baru. Kita akan alihkan gedung yang digunakan saat ini,” jelasnya.
Menurut Ismatu, bangunan tujuh lantai itu dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan kawasan bebas rokok. Ruang kelas akan ditempatkan di lantai bawah, sedangkan kantor berada di lantai atas untuk mengurangi penggunaan lift dan menekan konsumsi listrik melalui pencahayaan alami.
“Gedung ini environmentally friendly, kelas dibuat dengan banyak bukaan cahaya sehingga penggunaan lampu lebih sedikit. Penempatan kelas di bawah dan kantor di atas dilakukan untuk mengurangi mobilitas penggunaan lift. Kita juga mengupayakan Fakultas Ushuluddin menjadi smoking area free,” ujarnya.
Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin, Siti Arum Sari menyambut positif pembangunan fasilitas tersebut karena dinilai mampu menunjang kegiatan belajar. Menurutnya, keberadaan gedung baru dapat meningkatkan kenyamanan dan fokus mahasiswa dalam menjalani perkuliahan.
“Menurut saya itu adalah hal yang membanggakan Ushuluddin mempunyai gedung pribadi. Terkadang kita kesulitan mencari ruang belajar karena keterbatasan kelas, kalau kelasnya lebih rapi, nyaman dan sesuai kebutuhan Ushuluddin, pasti belajar juga lebih fokus,” pungkas Siti saat diwawancarai via pesan WhatsApp, Kamis (23/4).