UIN Jakarta Ubah Fungsi KTM Jadi Kartu Multifungsi

Journoliberta.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mulai menerapkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) terintegrasi dengan layanan Bank Negara Indonesia (BNI) bagi mahasiswa angkatan 2025. Kebijakan tersebut diberlakukan dalam proses distribusi KTM tahun akademik 2025.

Kepala Bagian Akademik UIN Jakarta, Rahmawati menjelaskan bahwa kebijakan ini berawal dari arahan pimpinan kampus yang mendorong perubahan fungsi KTM agar tidak lagi terbatas pada kebutuhan administratif. Ia menyebut rencana integrasi mulai disusun setelah proses daftar ulang mahasiswa baru di bulan Juli-Agustus.

“Setelah mahasiswa baru daftar ulang, sekitar Juli-Agustus. Diawali arahan pimpinan dan pastinya Pak Rektor ingin yang lebih baik, KTM bisa digunakan untuk yang lainnya,” ujar Rahmawati saat diwawancarai secara langsung di Akademik Pusat, Kamis (30/4).

Selain itu, Rahmawati juga menjelaskan integrasi KTM dengan layanan perbankan diputuskan melalui proses seleksi antarbank atau beauty contest dengan mempertimbangkan manfaat layanan, ketentuan kerja sama, serta kesesuaian regulasi perbankan. Ia menyebut beberapa bank sempat diminta melakukan presentasi sebelum akhirnya BNI dipilih sebagai mitra.

“Kenapa kita milih BNI? Itu ada beauty contest-nya, ada beberapa bank yang kita suruh presentasi. Setelah kita melihat dari presentasi, kita milih BNI, itu pun kita sangat-sangat memperhatikan item perjanjian yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rahmawati menuturkan, melalui kebijakan ini, fungsi KTM mengalami perluasan dengan penambahan layanan transaksi non-tunai yang dapat digunakan mahasiswa dalam aktivitas sehari-hari. Ia menjelaskan selain terhubung dengan rekening tabungan dan fitur TapCash, mahasiswa juga diwajibkan melakukan pengisian saldo awal sebesar Rp50.000 sebelum menerima kartu.

“Fungsi kartu yang dipunyai mahasiswa itu sebagai KTM, sebagai kartu debit BNI yang terhubung dengan rekening tabungan, sama kartu TapCash. Uang nominal Rp50.000 bukan sebagai pembayaran KTM-nya, tapi sebagai saldo awal,” lanjut Rahmawati.

Rahmawati juga menyampaikan pengambilan KTM dilakukan bertahap sesuai jadwal masing-masing fakultas. Ia menerangkan mahasiswa yang tidak hadir tetap dapat mengambil kartu di kantor cabang BNI samping Kampus 1 UIN Jakarta.

“Kalau mahasiswa yang belum mengambil sesuai jadwal, bisa ngambil langsung ke BNI cabang UIN sini. Di MoU yang tertera memang hanya untuk mahasiswa baru, kecuali kalau memang ada suara-suara yang kencang minta disamain, harus kita tampung masukannya,” pungkasata Rahmawati.

Sementara itu, Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda UIN Jakarta, Lina Saparlina Andriani menyebut proses pencetakan kartu sempat terkendala karena data foto mahasiswa saat registrasi. Ia menjelaskan foto yang diunggah di E-Semesta tetap digunakan untuk pencetakan KTM, meski beberapa tidak sesuai ketentuan karena tidak sempat dilakukan foto ulang.

“Jadi, foto yang mereka upload ketika registrasi, akhirnya mau gak mau kita pake walau ada yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Lina saat diwawancarai secara langsung di Akademik Pusat, Kamis (30/4).

Di sisi lain, salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi Angkatan 2025, Farhan Rahman, mengaku sempat mengira KTM akan langsung diberikan kepada mahasiswa tanpa perlu melalui proses pendaftaran. Ia juga menilai prosedur pembukaan rekening Bank Negara Indonesia (BNI) cukup rumit dan mengusulkan agar KTM cukup berbentuk uang elektronik tanpa kewajiban membuka rekening bank.

“Kirain para mahasiswa udah langsung dikasih aja kartunya. Tapi ternyata harus daftar juga dan buka BNI, prosedurnya agak rumit. Akhirnya sekarang aku juga menggunakan, misalnya ke mall, buat bayar parkiran. Kalau saran, bisa buat e-money, tapi gak usah pakai buka rekening,” ujar Farhan saat diwawancarai via WhatsApp, Kamis (30/4).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *