Kasus Penundaan Pemilu dan Ketimpangan Ekonomi, Mahasiswa Menuntut Perubahan Budaya Pemerintah

WhatsApp20Image202022 04 0220at2022.34.51

Foto: Nurma Nafisa

Aliansi mahasiswa seluruh Jabodetabek melakukan
aksi terkait penundaan Pemilu 2024 dan kasus ketimpangan ekonomi yang dirasakan
oleh rakyat Indonesia belakangan ini. Aksi tersebut dimulai dari Universitas
Trisakti, Grogol Jakarta Barat sampai Patung Kuda Arjuna Wijaya pada Jumat
(1/04/2022).

Koordinator dari Universitas Tirtayasa Banten, Oky
Pamungkas mengatakan kasus ini tidak bisa dibiarkan karena kenaikan beberapa
bahan pokok akan berdampak menyulitkan masyarakat.

“Saya dan
teman-teman mahasiswa di sini akan menyuarakan kenaikan bahan pokok seperti
minyak dan bahan bakar minyak (BBM), karena kita semua disulitkan secara
ekonomi dan dipaksa untuk mati perlahan,” ujar Oky.

Menurut Oky, demo ini harus dilakukan karena penundaan
pemilu 2024 tidak sesuai dengan demokrasi dan tidak sah karena tidak ada
keterlibatannya dengan masyarakat.

“Demokrasi diadakan dan ada untuk membatasi kekuasaan dan
juga reformasi itu amanahnya untuk membatasi kekuasaan ketika memang penundaan
pemilu ini tidak secara inklusif mengajak seluruh masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pengubahan amandemen undang-undang berarti ini secara
formilnya tidak sah karena masyarakat tidak terlibat,” jelasnya.

Oky juga mengutarakan harapannya dengan adanya demo ini
bisa mengubah culture pemerintahan dan hilangnya ciri khas pemerintah
borjuis.

“Saya ingin ada culture yang berubah dan hilangnya
ciri khas pemerintah yang borjuis. Seperti yang kita ketahui yang bisa bermain
politik adalah orang-orang kaya, karena saya rasa sudah tidak perlu adanya
golongan atau kelas orang-orang tertentu,” sambung Oky.

Dilansir dari Detik.com aksi demo tersebut tidak sampai Istana
Negara karena para demonstran dihentikan Brigade Mobile (Brimob) di kawasan
Harmoni. Hal itu mengakibatkan jalan menuju Istana Negara ditutup dan para
mahasiswa hanya bisa melakukan orasi di kawasan tersebut.

Di samping itu, Mahasiswa ancam demo besar jika isu
perpanjang masa jabatan Presiden masih berlanjut.

 “Mahasiswa
mengancam akan menggelar demonstrasi besar jika pemerintah tetap melakukan
penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Selain itu, mahasiswa
meminta agar Presiden menyampaikan sikap resmi terkait penolakan terhadap
penundaan pemilu 2024,” Detik.com melaporkan pada Jumat (1/4/22).

Menurut pantauan Detik, mahasiswa membubarkan diri dari
kawasan Harmoni hingga pukul 17.51 WIB. Tidak lama setelah bubarnya mahasiswa,
Jalan Majapahit arah ke Istana Negara dibuka kembali.

“Mahasiswa telah
membubarkan diri dari kawasan Harmoni pada pukul 17.51 WIB. Mereka membubarkan
diri ke arah Jalan Gajah Mada. Jalan Majapahit arah Istana kembali dibuka pada
pukul 17.58 WIB. Lalu lintas terpantau ramai lancar,” kutip Detik.com 

Penulis: Putri Nadhila
Editor: Darryl Ramadhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *