Journoliberta.com – Galeri Indonesia Kaya menghadirkan pertunjukan bertajuk “Tari Aceh Dari Masa Ke Masa” bersama dengan maestro tari, Marzuki Hasan yang juga berkolaborasi dengan Gema Citra Nusantara dan Canang 7 di Auditorium Galeri Indonesia Kaya pada Sabtu (30/3).
Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni dihibur dengan pertunjukan yang kental dengan kebudayaan Aceh. Beragam tarian dan lagu-lagu yang ditampilkan menggambarkan perjalanan dedikasi Marzuki Hasan untuk tari Aceh dari masa ke masa yang berjudul Likok Meualoen. Likok Meualoen merupakan perpaduan keselarasan, energik, kebersamaan di dalam gerak tari yang dikemas dengan ritme pukulan perkusi Aceh dan syair-syair yang membawa pesan bermanfaat sehingga garapan ini menjadi sebuah kekuatan tersendiri.

Pertunjukan dibagi menjadi beberapa bagian yang dibuka dengan musik garapan Canang 7 dan dilanjutkan dengan Tari Ranup Lampuan. Kemudian, selanjutnya penikmat seni menyaksikan penampilan Lagu Bungong. Dipertengahan acara, penikmat seni disuguhkan kembali oleh musik yang dibawakan oleh Canang 7 dan dilanjutkan dengan mengajak para penikmat seni untuk menari bersama. Di penghujung acara penikmat seni dihibur dengan Tari Rampoe Meuhayak yang diawali dengan syair dan pantun.
Maestro Tari, Marzuki Hasan, mengatakan pertunjukan ini merupakan sebuah pengenalan kebudayaan tari Aceh yang di dalamnya berupa siar atau ajakan untuk melakukan hal yang benar kepada orang banyak. Ia juga berpesan bahwa pertunjukan ini adalah bentuk wawasan terutama bagi para generasi muda untuk melestarikan budaya-budaya Aceh agar tetap bisa dinikmati.
“Makna dari tarian duduk Aceh adalah siar, mengajak, dan menyampaikan sesuatu yang benar kepada orang banyak. Semoga pertunjukan ini dapat menginspirasi dan menambah wawasan para penikmat seni, terutama generasi muda tentang kebudayaan Aceh, agar kedepannya generasi-generasi muda dapat melestarikannya sehingga seni tari dan budaya Aceh tetap berkumandang di mata dunia,” jelas Marzuki Hasan saat diwawancarai di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (30/3). 
