Foto: Pertunjukan Monolog Paskah: Kisah Kehidupan Yesus dalam Perspektif Bunda Maria

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com Dalam rangka memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus, Bina Iman Remaja dan Gereja St. Matius Penginjil, Bintaro, mengadakan pertunjukan monolog Paskah pada Minggu, (31/3). Drama kehidupan dan kebangkitan Yesus ini mengisahkan sudut pandang dari Bunda Maria yang bermonolog tentang kehidupan sang anak dengan tema “Maria: Kisah Yesus dari Seorang Ibu”. Perayaan Paskah ini merupakan acara tahunan yang selalu diselenggarakan oleh Bina Iman Remaja di Kanopi Gereja St. Matius Penginjil yang dihadiri oleh umat Kristiani.

Sutradara Acara, Paskalis Garnet mengungkapkan kepuasannya terhadap acara yang berlangsung. Menurutnya, adik-adik yang menjadi tokoh dari kisah kebangkitan Yesus cukup all out dalam memainkan perannya dan telah sesuai dengan harapan.

“Acara perayaan Paskah yang berbentuk pertunjukan monolog tahun ini berjalan dengan lancar dan sesuai harapan kami dan tadi hasilnya cukup luar biasa all out, terima kasih kepada orang tua yang sudah mempercayakan anaknya untuk latihan,” ujar Garnet saat diwawancarai di Kanopi Gereja St. Matius Penginjil, Bintaro, Minggu (31/3).

 

Ia juga menjelaskan perbedaan acara perayaan Paskah tahun ini dan tahun sebelumnya yang mengusung monolog pada tahun ini dan drama musikal pada tahun sebelumnya. Waktu pelatihan dan audisi yang singkat juga menjadi salah satu faktor dari perbedaan tersebut

“Perayaan acara Paskah tahun ini dan tahun kemarin itu berbeda, jadi tahun lalu kita menggunakan drama musikal. Kalau tahun ini kita menggunakan monolog, karena waktu latihannya sedikit. Semoga dengan ditampilkannya monolog Paskah ini bisa menjadi pelayanan bagi adik-adik yang mengikuti audisi untuk menjadi talent dalam acara monolog Paskah dan semoga acara ini bisa menyampaikan inti dari kisah sengsara Yesus,” sambungnya.

4 11zon 3

Salah satu Umat Gereja, Veni menyampaikan adanya perbedaan bentuk acara pada acara perayaan Paskah tahun ini dan tahun sebelumnya. Menurutnya, keduanya sama-sama menarik dan berharap ada sesuatu yang berbeda kedepannya.

“Karena bentuknya berbeda sih dua-duanya tetap menarik ya, jadi untuk tahun ini monolog  dan tahun kemarin itu drama musikal, semoga ada sesuatu yang menarik untuk tahun kedepannya mungkin dalam bentuk yang berbeda lagi” jelasnya. 

Veni juga berharap adanya peragaan Tablo, yaitu pertunjukan lakon tanpa gerak dan tanpa dialog mengenai kisah kesengsaraan Yesus.

“Kalau tahun ini itu tidak ada Tablo ya, berharapnya sih tiap tahun ada ya jadi lebih bisa menghayati lagi, kalau tahun ini hanya jalan Salib ibadah di dalam Gereja, kalau sebelumnya pernah ada peragaannya atau disebutnya Tablo,” pungkasnya.

5 11zon 3

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *