Rusabesi: Kembangkan Literasi Melalui Diskusi Sastra

WhatsApp2BImage2B2018 03 202Bat2B14.32.34


Sudah sesuai kodratnya jika mahasiswa haus akan ilmu. Tidak puas akan ilmu yang didapat di dalam kelas merupakan hal yang wajar. Sehingga eksplorasi ilmu baik di dalam dan di luar kelas pun menjadi pilihan. Hal tersebut kemudian menjadi cikal bakal mahasiswa jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, angkatan 2010 membentuk komunitas sastra bernama Ruang Sastra Bahasa Inggris.

Komunitas yang berdiri pada tahun 2014 ini, merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengapresiasi berbagai macam karya sastra. Bentuk apresiasi yang dilakukan Rusabesi biasanya dalam bentuk
diskusi sastra
yang biasa diadakan
setiap Kamis dan kajian film setiap Minggu. Seiring waktu, komunitas sastra ini
berganti nama menjadi Rusabesi. 
Alasan dari perubahan nama menjadi Rusabesi
karena peserta diskusi tidak hanya mahasiswa dari jurusan Sastra Inggris. 



Sastra yang
dikaji dalam forum diskusi Rusabesi beragam, mulai dari sastra Indonesia hingga sastra internasional, juga pembahasan diskusi seputar tokoh, teori dan
fenomena sastra.
.“Jadi engga cuma kita berangkat dari karya sastra, tapi nanti bakal luas
dikaitkan dengan fenomena yang ada juga,” ujar ketua Komunitas Rusabesi, Adam
Al-Hadi.

Selain diskusi sastra, komunitas Rusabesi juga
mengadakan kegiatan kajian film setiap Minggu di selasar lantai dua Cafe Cangkir,
UIN Jakarta. Kegiatan menonton bersama ini tidak dipungut biaya. Film yang
ditayangkan merupakan karya dari dalam maupun luar negeri. “Setelah
menonton film ya kita diskusi kaya orang abis baca buku,” kata
Adam.

Selain itu, Rusabesi juga kerap diundang
beberapa instansi untuk menampilkan pertunjukan sastra, yang dikemas menjadi pertunjukan teatrikal. Teatrikal tersebut juga melihat bagaimana pandangan masyarakat
menilai suatu hal tanpa menyudutkan pihak tertentu. “Bagaimana teatrikalnya, apa
yang disuguhin, misal tambahan musik dan pemutaran videonya,” tambah
Adam.

Kegiatan diskusi sastra dan kajian film dapat
diikuti untuk umum. Tidak ada kriteria atau pendaftaran khusus untuk belajar
bersama. “Datang aja di diskusinya Rusabesi,” tegas adam. Adam menambahkan,
bagi yang berminat mengikuti diskusi bisa datang langsung, jadwal diskusi bisa
dilihat pada akun instagram mereka.

Sastra kini tidak hanya ditemukan pada
lembaran buku, tetapi mulai dijumpai di berbagai media digital. Hal tersebut serupa
dengan pernyataan dari Adam. “Sastra sudah lumayan populer, bisa
dilihat kemarin film dilan yang dari karya sastra bisa begitu booming, walaupun dalam bentuk film dan
sosial media punya andil besar dalam perkembangan karya sastra di zaman
sekarang,” ujar Adam.

Belajar tidak hanya membaca buku. Tetapi, bisa juga dengan mendengar, melihat sampai menganalisa setiap permasalahan yang ada. Begitupun dengan harapan Adam, Rusabesi dapat menjadi tempat berkembangnya literasi dan sastra. “Ya mudah-muadahan saja semangat literasinya semakin tumbuh, terutama di lingkungan kampus tempatnya akademisi,” harap Adam.

(Aulia Fikriani Dewi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *