Journoliberta.com – Festival Cerita Kota (FCK) kembali digelar di Museum Bahari dengan mengangkat kekayaan budaya pesisir Jakarta dan Cirebon, khususnya kesenian topeng Betawi dan Cirebon pada Minggu (18/5). Acara ini menampilkan pameran, fashion show, dan workshop dengan dukungan dari Dinas Kebudayaan Jakarta, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, serta Kedutaan Meksiko.
Panitia Indonesia Hidden Heritage Creative (IHHC), Dita, menjelaskan bahwa festival ini mengangkat budaya topeng Indonesia, khususnya kesenian topeng Cirebon melalui berbagai aktivitas menarik. Ia meyakini bahwa penggabungan kesenian tradisional dan tren modern yang dilakukan dengan menghubungkan para ahli dan masyarakat umum dapat membuat budaya topeng semakin dikenal dan diminati.
“Kami ingin membuat budaya topeng bisa dinikmati semua orang, bukan hanya lewat seminar tapi juga aktivitas ringan seperti lomba gambar dan workshop yang kekinian,” ujar Dita saat diwawancarai di Museum Bahari, Minggu (18/5).
Di sisi lain, Suku Dinas Budaya Jakarta Timur, Kartini, menyampaikan pentingnya penampilan seni topeng sebagai strategi pelestarian budaya Betawi agar tidak punah di tengah arus zaman modern. Menurutnya, generasi muda harus berperan aktif mentransformasi seni tradisional menjadi bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat modern melalui penciptaan tarian-tarian baru seperti Kembang Samba dan Ajeng.
“Selama ini saya diwariskan dari nenek untuk melestarikan topeng Betawi. Saya mencoba membuat tarian yang cocok untuk generasi muda, supaya lebih mudah diterima dan tetap lestari,” ujar Kartini dalam TalkShow di Museum Bahari, Minggu (18/5).
Senada dengan Kartini, Dosen Budaya dan Seni, Waryo, menjelaskan penampilan topeng Cirebon dalam bentuk tarian sederhana pada topeng kecil maupun drama pada topeng besar, merupakan strategi penting untuk melestarikan tradisi lokal agar tetap hidup di era modern. Pengembangan karakter dan kreasi baru dalam topeng kecil bertujuan menarik minat generasi muda sekaligus menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
“Melalui pertunjukan topeng, kami bukan hanya menjaga warisan budaya, tapi juga mencoba menyambungkan seni tradisi dengan kehidupan sehari-hari generasi muda,” tutur Waryo dalam TalkShow di Museum Bahari, Minggu (18/5).
Selain itu, Edukator Museum Topeng Cirebon, Tiara, menyampaikan pandangannya bahwa tantangan pelestarian budaya saat ini adalah bagaimana mengemasnya secara kekinian agar dapat menarik minat anak muda. Ia menambahkan bahwa melalui workshop melukis topeng, para peserta diberikan kebebasan berekspresi dengan warna-warna baru agar topeng terlihat lebih menarik.
“Dalam workshop melukis topeng, kami membebaskan peserta berkreasi dengan warna-warni pastel agar hasilnya lebih menarik dan tidak menakutkan,” ucap Tiara dalam TalkShow di Museum Bahari, Minggu (18/5).
