Foto: Malam Gelora Peringatan 27 Tahun Tragedi Trisakti, Mahasiswa Tuntut Gelar Pahlawan Nasional

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti mengadakan Malam Gelora Peringatan 27 Tahun Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 di parkiran utama Kampus A Universitas Trisakti, Rabu (14/5). Aksi ini bertujuan untuk memperingati empat mahasiswa yang tewas dalam tragedi tersebut.

Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Faiz menyatakan bahwa terdapat tuntutan utama yang disuarakan dalam peringatan tahun ini.

“Aksi ini menuntut pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan terhadap empat mahasiswa yang tewas saat Tragedi 12 Mei 1998, ” ujar Faiz saat diwawancarai saat ditemui langsung di depan parkiran utama Kampus A, Universitas Trisakti, Rabu (14/5).

Faiz mengungkapkan, tuntutan tersebut muncul atas dasar dari permintaan keluarga korban. Mereka menganggap bahwa penetapan sebagai Pahlawan Nasional akan memastikan nama korban tidak dihapus dari sejarah.

NEW GALFOT 3 SLIDE 3 4“Waktu kami berziarah ke Bandung ke kediaman almarhum Hafidin Royan, keluarga meminta untuk keempat pejuang reformasi ini dijadikan Pahlawan Reformasi atau Pahlawan Nasional,” ucapnya.

Oleh karena itu, Faiz menilai negara harus mengakui jasa perjuangan masyarakat karena Tragedi Trisakti mencerminkan cita-cita mereka (keempat korban) untuk perubahan bangsa.

“Tragedi Trisakti bukan hanya meninggalnya seorang mahasiswa dalam aksi demonstrasi, tetapi sebenarnya yang mereka bawa adalah cita-cita untuk perubahan bangsa itu sendiri,” tukasnya.

NEW GALFOT 3 SLIDE 4 4Dengan demikian, Faiz menyatakan bahwa Pahlawan Reformasi layak diakui sebagai Pahlawan Nasional karena setiap orang memiliki hak dan cara berbeda dalam melakukan advokasi melalui jalur yang berbeda pula.

“Mengangkat senjata itu belum tentu secara advokasi yang memang harus dilakukan ke warga negara. Setiap orang memiliki hak dan cara berbeda dalam melakukan advokasi,” jelasnya.

Di sisi lain, seorang aktivis 98, Uu, mengatakan jika peringatan ini belum juga dikabulkan oleh pemerintah, maka tindakan atau upaya selanjutnya akan semakin keras. Menurutnya, pemerintah harus segera mungkin memberikan gelar Pahlawan untuk mereka.

NEW GALFOT 3 SLIDE 5 4“Semakin pemerintah menunda-nunda memberikan gelar pahlawan untuk keempat korban Tragedi Trisakti, kita pasti akan semakin keras nantinya. Hari ini kita masih tenang, tapi nanti pasti akan mencapai titik puncak,” ujarnya saat ditemui langsung di depan parkiran utama Kampus A, Universitas Trisakti, Rabu, (14/5).

Lebih lanjut, Faiz menilai peran mahasiswa di sini sangat penting untuk menjaga putusan pemerintah yang harus berlandaskan politik.

“Jangan pernah buta terhadap politik. Kita harus aware bahwa tugas dan fungsi mahasiswa adalah sebagai agen perubahan,” tandasnya.

NEW GALFOT 3 SLIDE 9 4Terakhir, Faiz berharap bahwa tragedi 27 tahun yang lalu tidak boleh terjadi lagi di masa depan. Menurutnya, tragedi Trisakti merupakan sebuah titik balik solidaritas masyarakat Indonesia dalam mendukung perjuangan reformasi.

“Hari ini bukan hanya Trisakti yang berduka tetapi seluruh Indonesia yang berduka, hari ini tepat 27 tahun yang lalu, pernah ada seorang Ibu, seorang Adik, seorang Kakak, yang menangis di depan saudaranya. Tidak boleh ada peristiwa yang sama di masa depan,” harapnya.

NEW GALFOT 3 SLIDE 7 2

Pos terkait