Foto: Aksi Harapan Palestina Desak Pemerintah Indonesia Tegas Lawan Israel

LPM Journoliberta
LPM Journoliberta

Journoliberta.com – Gerakan Hearts of Palestine (HOPE) menggelar aksi solidaritas bertajuk “Harapan Palestina: Indonesia Tegas Melawan Israel & AS” di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Minggu (26/10). Aksi ini mendesak pemerintah Indonesia agar tidak bersikap pasif terhadap genosida yang terus dilakukan otoritas Israel di Gaza.

Terdapat sejumlah tuntutan masyarakat yang mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah konkret sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tuntutan tersebut meliputi penegakan hukum atas kejahatan perang Israel, penghentian seluruh bentuk kerja sama dengan Israel, serta keterbukaan data publik terkait hubungan dagang dan militer.

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 3 2Salah satu anggota HOPE sekaligus penyelenggara aksi, Eka Annash menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang gerakan solidaritas yang telah dilakukan selama dua bulan terakhir. Ia menjelaskan, sebelumnya telah digelar berbagai kegiatan seperti diskusi terbuka, pemutaran film Israelism: The Awakening of Young American Jews karya Al Jazeera, pembacaan puisi, dan berbagai acara lainnya.

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 4 2“Rangkaian kegiatan Harapan Palestina ini sudah berjalan sekitar dua bulan. Ada berbagai macam program, seperti public library. Di situ kita men-engage berbagai macam lapisan masyarakat dengan menggandeng generasi muda yang kita sosialisasikan dan kita edukasikan tentang posisi Palestina,” ucap Eka saat diwawancarai di depan Kedubes AS, Minggu (26/10).

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 5 3Lebih lanjut, Eka juga menambahkan bahwa target sosialisasi utama yaitu masyarakat yang dampaknya diharapkan bisa sampai pada pemerintah. Ia mengatakan meski aksi-aksi sebelumnya sudah dilakukan masih belum berdampak langsung pada kebijakan luar negeri, namun efeknya sudah terasa di tingkat masyarakat, seperti gerakan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel.

“Gerakan boikot produk yang terafiliasi dengan Israel masih efektif dan efisien. Dampaknya sudah terasa, sudah ada beberapa gerai yang tutup. Itu bukti bahwa tekanan publik bisa efektif,” tambah Eka.

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 6 2Sejalan dengan Eka, salah satu perwakilan dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Nadine menjelaskan boikot produk Israel tetap perlu digalakkan sebagai bentuk tekanan moral. Ia menambahkan, satu hal yang penting adalah bukan produk yang dihasilkan, melainkan manajemen dari merek dagang yang mendukung kejahatan genosida.

“Bayangin aja, dengan satu teguk Coca-Cola, satu nyawa bayi hilang. Satu produk afiliasi dengan Israel digunakan, ada satu ibu hamil yang ditembak. Bukan burgernya, bukan sepatunya, bukan kopinya, tapi manajemen dari brand-nya yang mendorong dan mendukung kejahatan genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina,” jelas Nadine saat diwawancarai di depan Kedubes AS, Minggu (26/10).

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 7 3Selain itu, Nadine juga turut menyoroti lemahnya sikap pemerintah dalam diplomasi kemanusiaan. Ia menilai pemerintah cenderung mengarah pada normalisasi hubungan dengan Israel melalui kebijakan pengakuan bersyarat dan perdagangan yang tidak transparan.

“Kita harus rebut ruang agar masyarakat sipil tidak diafiliasikan sebagai Zionis. Karena pemerintah saat ini sedang mengarah ke sana, dengan memberlakukan pengakuan bersyarat ke Israel dan melakukan perdagangan tanpa sepengetahuan kita. Jadi, masyarakat sipil itu harus lebih literate dari pemerintah, masyarakat sipil harus lebih gencar dalam merebut ruang diplomasi rakyat untuk kemanusiaan Palestina,” tegas Nadine.

SLIDE 8Aksi Harapan Palestina ini juga melibatkan sejumlah seniman, salah satunya vokalis Banda Neira, Ananda Badudu yang menilai seni sebagai pintu masuk efektif untuk menggugah kesadaran publik. Ia melihat selama ini seni lahir dari realitas kehidupan, dan bersuara lewat karya merupakan bentuk timbal balik nyata seorang seniman terhadap dunia yang menginspirasinya.

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 9 2“Seni udah banyak mengambil inspirasi dari apa yang kita hadapi sehari-hari, jadi sangat egois rasanya jika seniman hanya mengambil inspirasi saja tanpa memberi timbal balik. Bersuara adalah timbal balik. Menyuarakan kebaikan, menyuarakan anti penindasan, menyuarakan kemerdekaan, itu juga suatu timbal balik kepada dunia. Seniman sudah mengambil banyak dari sana,” ungkap Ananda saat diwawancarai di depan Kedubes AS, Minggu (26/10).

NEW GALFOT 3.zip SLIDE 10 4

Pos terkait