Journoliberta.com – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta belum mengumumkan hasil seleksi penerimaan Beasiswa Cahaya Pintar (BCP) Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN hingga pertengahan Februari 2026. Berdasarkan timeline resmi, pengumuman semula dijadwalkan pada 9 Desember 2025 setelah pendaftaran berlangsung pada 21-28 November 2025.
Penundaan pengumuman menimbulkan pertanyaan di kalangan pendaftar terkait kepastian pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sejumlah mahasiswa menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi setelah pihak kampus mengubah jadwal pengumuman menjadi 16 Desember 2025.
Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta, Muhammad Furqon menyatakan, UIN Jakarta dan YBM PLN telah menjalin kerja sama dalam beberapa periode dan terus memperpanjangnya sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan mahasiswa. Ia mengatakan kampus tengah memproses penyesuaian administrasi sesuai skema terbaru dari yayasan tersebut sebelum mengumumkan hasil seleksi.
“Saat ini kami memfinalisasi sinkronisasi data agar sesuai dengan skema terbaru dari YBM PLN. Insyaallah dalam waktu dekat akan segera kami umumkan,” ujar Furqon saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/2).
Lebih lanjut, Furqon menegaskan proses seleksi tidak mengalami kendala teknis, melainkan kampus masih melakukan verifikasi data dan penyesuaian alokasi dana karena tiap mahasiswa memiliki nominal UKT berbeda. Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran beasiswa tepat sasaran.
“Secara prinsip tidak ada kendala teknis. Proses yang berjalan adalah tahap presisi anggaran agar penetapan penerima beasiswa sesuai kebutuhan riil mahasiswa,” jelas Furqon.
Di samping itu, Furqon juga menjelaskan bahwa pihak kampus memanfaatkan perpanjangan masa pembayaran UKT hingga 26 Februari 2026 untuk menyelesaikan proses administrasi sebelum mengumumkan hasil seleksi. Ia menyampaikan tahapan ini mencakup pengecekan akhir dokumen dan persiapan pengumuman agar penerima beasiswa dapat segera diberitahukan.
“Target kami sebelum 26 Februari 2026. Perpanjangan masa pembayaran UKT dari 19 Februari menjadi 26 Februari kami jadikan kesempatan untuk menuntaskan seluruh proses administrasi. Dengan waktu tambahan ini, kami memastikan seluruh sistem dan data siap saat hasil seleksi diumumkan,” tambahnya.
Di sisi lain, salah satu pendaftar beasiswa, Najma Kamila mengaku telah menyelesaikan seluruh tahapan seleksi, termasuk wawancara. Namun hingga kini, Najma belum menerima keputusan hasil seleksi dan hanya memperoleh pemberitahuan penundaan tanpa kejelasan waktu pengumuman.
“Setelah wawancara, kami diminta menunggu pengumuman yang awalnya 16 Desember lalu diundur ke 28 Desember. Setelah itu tidak ada surat atau pemberitahuan resmi, tanpa ada kepastian lebih lanjut,” ucap Najma saat diwawancarai melalui pesan suara WhatsApp, Jumat (20/2).
Najma menjelaskan proses pendaftaran mengharuskan kelengkapan berbagai dokumen administratif, mulai dari slip gaji orang tua sampai surat keterangan dari kelurahan. Selain melengkapi persyaratan tersebut, Najma juga mempersiapkan diri menghadapi tahap wawancara dengan mempelajari kembali berkas dan ketentuan program beasiswa.
“Dokumen yang diminta cukup banyak dan harus diurus ke beberapa tempat. Saya juga mempersiapkan wawancara dengan serius karena berharap bisa lolos,” ungkapnya.
Sementara itu, Najma menilai ketidakjelasan hasil seleksi memengaruhi perencanaan pembayaran UKT semester genap. Hingga pertengahan Februari 2026, ia menunda pembayaran dan memilih menunggu pengumuman resmi sebelum batas akhir yang telah diperpanjang karena belum ada kepastian hasil seleksi.
“Saya berharap lolos seleksi beasiswa agar dapat meringankan beban dan membuat saya lebih fokus belajar. Kejelasan pengumuman pun saya nantikan karena bantuan ini sangat membantu pembayaran UKT,” pungkasnya.